Menu

Melihat Tanda-tanda Reshuffle Kabinet

Azhar 8 Apr 2026, 22:36
Presiden Prabowo Subianto. Sumber: detik.com
Presiden Prabowo Subianto. Sumber: detik.com

RIAU24.COM - Pengamat politik Nurul Fatta menyebut reshuffle kabinet berpeluang dilakukan dalam waktu dekat.

Dia pun membeberkan alasannya, dikutip dari rmol.id, Rabu, 8 April 2026.

Dalam melihat reshuffle kabinet, setidaknya ada tiga indikator yang bisa digunakan. 

"Pertama, indikator kinerja ketika menteri tidak mampu mencapai target, realisasi anggaran buruk, minim inovasi kebijakan, atau gagal merespons krisis," ujarnya.

"Dalam situasi ini, presiden punya dasar kuat untuk melakukan pergantian," tambahnya.

Kedua, indikator politik yang berkaitan dengan loyalitas dan stabilitas. 

"Ketika ada menteri yang tidak sejalan dengan presiden, terlalu jauh bermanuver untuk kepentingan pribadi atau partai, hingga menjadi beban citra pemerintah karena komunikasi publik yang buruk dan memicu kegaduhan, maka itu juga menjadi alasan rasional untuk reshuffle," ujarnya.

Ketiga, indikator etika dan integritas. Jika menteri terlibat skandal, konflik kepentingan, korupsi, atau pelanggaran hukum, maka pergantian bukan hanya perlu, tapi menjadi keharusan untuk menjaga legitimasi pemerintah.