Prabowo Ajak Putin Untuk Hubungan Energi yang Lebih Erat, Tetapi Belum Ada Kesepakatan Minyak Sejauh Ini
Menurut Putin, kedua belah pihak telah melakukan diskusi sebelumnya dan secara rutin mengenai energi tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
"Kunjungan Anda sangat penting, mengingat perkembangan global saat ini," kata Putin.
Sebelumnya pada hari itu, menteri ekonomi senior Airlangga Hartarto tetap bungkam ketika ditanya apakah kontrak minyak Rusia dapat membuat Washington geram.
Airlangga hanya menjawab: “Mari kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.”
Washington telah menjatuhkan sanksi kepada perusahaan minyak Rusia sebagai tanggapan atas pertempuran di Ukraina. Namun, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini melonggarkan sanksi pemerintahnya yang mencegah negara lain membeli minyak Rusia. Indonesia sebelumnya telah berkomitmen untuk memfasilitasi impor minyak mentah AS senilai 4,5 miliar dolar AS sebagai bagian dari kesepakatan tarif timbal balik.
Baru pekan lalu, Prabowo membela perjalanan internasionalnya yang sering dilakukan meskipun telah menginstruksikan pemerintahannya untuk memangkas pengeluaran yang tidak perlu.