Prancis Muncul Sebagai Pilihan Aman Indonesia untuk Modernisasi Militer
“Indonesia sedang memperhitungkan risiko geopolitik. Rafale mencerminkan strategi jalan tengah -- menghindari ketergantungan berlebihan pada satu kekuatan besar sambil mempertahankan otonomi strategis di tengah persaingan global,” kata Beni.
Jakarta masih meninjau kemungkinan perluasan armada Rafale-nya, meskipun belum ada keputusan akhir yang dibuat. Kedua analis mendukung pembelian lebih lanjut, sambil memperingatkan bahwa perencanaan kekuatan harus tetap koheren.
Beni mengatakan Indonesia harus membangun kemampuan berlapis dengan menggabungkan Rafale dengan platform lain seperti KF-21 Boramae Korea Selatan. “Namun hal ini harus diimbangi dengan integrasi sistem yang matang untuk menghindari tekanan logistik dan fiskal,” ujarnya.
Adrianus menambahkan bahwa lebih banyak pesawat Rafale dapat memperkuat daya tawar Indonesia dalam hal spesifikasi, kustomisasi, dan manfaat industri. Namun, ia memperingatkan agar tidak melakukan diversifikasi pemasok secara berlebihan.
“Penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara, tetapi diversifikasi yang berlebihan dapat menjadi mimpi buruk logistik. Berbagai negara, pabrik, dan sistem membutuhkan struktur pelatihan dan pemeliharaan yang baru. Diversifikasi harus diukur,” katanya. ***