Menu

Sudah Saatnya Indonesia Rombak Hubungan Ekonomi dengan AS

Azhar 25 Apr 2026, 23:32
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto. Sumber: Internet
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Ekonom Senior Pusat Kajian Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni menunggu pemerintah Indonesia menata ulang hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat (AS).

Hal ini guna memperkuat kemandirian strategi nasional di tengah sistem multipolar, dikutip dari inilah.com, Sabtu 25 April 2026.

"Momentum ini perlu dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai negara berdaulat yang mampu menentukan arah kebijakan ekonominya sendiri," ujarnya.

Tambahnya, perubahan lanskap geoekonomi global pada saat ini, ditandai dengan meningkatnya dorongan sejumlah pemimpin dunia untuk mengurangi ketergantungan terhadap AS.

Kemandirian strategis mulai disuarakan secara nyata oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong yang menyiapkan skenario the world minus one.

Upaya yang sama dilakukan Menteri Perdagangan Malaysia Tengku Zafrul Aziz yang membatalkan sejumlah kesepakatan tarif dengan AS seiring putusan Mahkamah Agung negara tersebut yang menggugurkan kebijakan era Donald Trump.

Halaman: 12Lihat Semua