Rencana Pembentukan Satgas Anti-Kekerasan Pesantren
RIAU24.COM - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut pihaknya Tengah menyiapkan pembentukan satuan tugas (satgas) anti-bullying dan anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pondok pesantren.
Menurutnya, upaya ini menjadi bagian dari penguatan sistem perlindungan santri, dikutip dari rmol.id, Minggu, 10 Mei 2026.
"Intinya adalah edukasi ke pesantren-pesantren tentang pentingnya perlindungan santri, kemudian pembentukan satgas anti-bullying dan anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujarnya.
Menurutnya, perlindungan santri tidak cukup hanya melalui penanganan kasus.
"tapi harus dibangun lewat sistem terintegrasi yang mencakup kesehatan, pendidikan, hingga pendampingan psikologis," ujarnya.
Pihaknya juga mengintegrasikan program Dokter Spesialis Keliling (Spelling) dengan program anjangsana pesantren milik RMI NU Jawa Tengah.
Melalui program tersebut, layanan kesehatan akan masuk langsung ke lingkungan pesantren, termasuk pendampingan psikolog dan psikiater.