Menu

Cuaca Capai 42 Derajat, Tim Kesehatan Intensif Dampingi Jemaah Haji Siak di Arab Saudi

Lina 12 May 2026, 15:46
Cuaca Capai 42 Derajat, Tim Kesehatan Intensif Dampingi Jemaah Haji Siak di Arab Saudi
Cuaca Capai 42 Derajat, Tim Kesehatan Intensif Dampingi Jemaah Haji Siak di Arab Saudi

RIAU24.COM - Madinah — Sebanyak 257 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Siak yang saat ini berada di Madinah, Arab Saudi, dipastikan dalam kondisi sehat dan stabil. Meski demikian, cuaca ekstrem dengan suhu mencapai 42 derajat Celcius menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia).

Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan Kabupaten Siak, dr. Atika Rifiani, mengatakan perbedaan iklim antara Indonesia dan Arab Saudi cukup berpengaruh terhadap kondisi fisik jemaah.

“Cuaca di sini cukup panas dan kering, suhu bisa mencapai 42 derajat Celcius pada siang hari. Namun sejauh ini seluruh jemaah dalam kondisi stabil dan tidak ada yang menjalani perawatan,” ujar dr. Atika Rifiani saat dihubungi dari Arab Saudi, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar jemaah mengalami keluhan ringan akibat adaptasi cuaca. Kondisi udara panas dan kering di Arab Saudi berbeda dengan iklim tropis Indonesia yang hangat dan lembab.

“Beberapa jemaah mengalami kulit kering, gatal-gatal, bibir pecah-pecah, batuk, tenggorokan dan hidung terasa kering hingga badan meriang,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang lebih serius, tim kesehatan kloter bersama petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) serta klinik sektor di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan pendampingan secara intensif, khususnya bagi jemaah lansia dan yang memiliki riwayat penyakit bawaan.

Menurut dr. Atika, jemaah lansia menjadi kelompok yang paling rentan mengalami kelelahan akibat suhu panas ekstrem. Selain itu, beberapa di antaranya juga kerap lupa mengonsumsi obat maupun minum air putih.

“Jemaah lansia lebih mudah lelah dan terkadang lupa minum obat. Karena itu kami terus melakukan edukasi serta mengingatkan mereka agar rutin membawa dan mengonsumsi air minum supaya tidak mengalami dehidrasi,” terangnya.

Di tengah kondisi cuaca panas tersebut, para jemaah tetap menjalankan sejumlah kegiatan ibadah dan ziarah selama berada di Madinah. Mereka telah mengunjungi Masjid Quba, kebun kurma, Jabal Uhud, sejumlah masjid bersejarah di sekitar Madinah, hingga Museum Biografi Rasulullah.

Selain itu, para jemaah juga telah melaksanakan kunjungan ke Rawdah, baik secara mandiri menggunakan aplikasi Nusuk maupun secara kolektif bagi jemaah yang belum dapat mengoperasikan aplikasi tersebut.

“Saat ini jemaah haji sedang mempersiapkan keberangkatan menuju Kota Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji berikutnya,” pungkasnya., (Lin)