Menu

Bertahan di Tengah Tantangan, Kelompok Tani Asa Baru Tumbuh Lewat Budidaya Cabai

Devi 18 Jun 2026, 09:20
Bertahan di Tengah Tantangan, Kelompok Tani Asa Baru Tumbuh Lewat Budidaya Cabai
Bertahan di Tengah Tantangan, Kelompok Tani Asa Baru Tumbuh Lewat Budidaya Cabai

RIAU24.COM - SIAK – Hamparan kebun cabai yang tumbuh subur di Kampung Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, menjadi bukti kerja keras Kelompok Tani Asa Baru dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan.

Kelompok yang dibentuk pada 2025 ini menghimpun petani dari sejumlah kelompok tani yang sebelumnya tidak aktif dan kini menjadi kelompok binaan Community Development (CD) PT RAPP dalam pengembangan sektor pertanian.

Di balik perkembangan tersebut, terdapat sosok Azmi (54), petani senior yang telah puluhan tahun mengabdikan hidupnya di dunia pertanian. Bagi Azmi, bertani bukan sekadar pekerjaan, tetapi sumber penghidupan sekaligus harapan bagi keluarganya.

"Dari dulu saya memang tidak tahu kerja ke mana-mana, karena sejak kecil memang sudah diajarkan orang tua untuk bertani. Saya juga tidak terbiasa bekerja serabutan karena yang saya pahami dan tekuni sejak dulu memang bertani. Jadi sampai sekarang, pertanian tetap menjadi bagian dari kehidupan saya dan sumber penghidupan keluarga," kata Azmi.

Berbekal pengalaman bertahun-tahun, Azmi memilih budidaya cabai sebagai usaha utama karena dinilai memiliki prospek yang baik dan permintaan pasar yang stabil. Pembentukan Kelompok Tani Asa Baru juga didorong oleh tingginya kebutuhan cabai di Kecamatan Sungai Apit serta dukungan lahan yang diberikan pemerintah kampung untuk pengembangan pertanian masyarakat.

Pengembangan budidaya cabai ini sejalan dengan komitmen APRIL2030 pada pilar Inclusive Progress yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi. Melalui pendampingan berkelanjutan dari CD RAPP, para petani memperoleh pelatihan budidaya, mulai dari pola tanam, pemupukan, pengendalian hama hingga perawatan tanaman.

"Sampai hari ini cabai masih menjadi komoditas utama yang dikembangkan kelompok karena hasilnya cukup membantu memenuhi kebutuhan anggota dan keluarga masing-masing. Selain itu, budidaya cabai juga dinilai memiliki prospek yang baik sehingga terus menjadi fokus usaha Kelompok Tani Asa Baru," ujar Azmi.

Selain pendampingan, petani juga mendapatkan dukungan bibit cabai, pupuk dasar, dan pupuk kandang untuk menunjang kegiatan budidaya. Bagi Azmi, manfaat yang dirasakan bukan hanya peningkatan hasil panen, tetapi juga bertambahnya pengetahuan dan keterampilan bertani.

Meski demikian, tantangan tetap dihadapi, terutama perubahan cuaca dan fluktuasi harga komoditas.

"Tidak hanya harga, cuaca juga menjadi tantangan terbesar kami. Kadang hasil panen bagus tetapi harga turun, atau sebaliknya harga bagus tetapi cuaca tidak mendukung sehingga hasil panen tidak maksimal. Kondisi seperti itu yang harus terus kami hadapi sebagai petani," kata Azmi.

Namun, berbagai tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat kelompok untuk terus berkembang. Pada tahun 2025, Kelompok Tani Asa Baru berhasil membukukan penjualan sebesar Rp475 juta dari budidaya cabai di lahan 1,4 hektare. 

Keberhasilan itu memungkinkan kelompok membeli lahan seluas 2.500 meter persegi senilai Rp140 juta, satu unit hand tractor, serta menambah lahan budidaya menjadi dua hektare dengan total tanam hingga 23.000 batang cabai.

Head of CD RAPP, Ferdinand Leohansen Simatupang, mengapresiasi perkembangan Kelompok Tani Asa Baru yang mampu bertahan dan berkembang melalui budidaya cabai.

"Perkembangan Kelompok Tani Asa Baru menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang ketika memperoleh pendampingan yang tepat serta didukung oleh semangat untuk terus maju. Keberhasilan yang diraih kelompok ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dan komitmen dalam membangun usaha yang berkelanjutan," kata Leo.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sebagai sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas kelompok dan pengembangan usaha produktif akan terus didorong untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa.

"Kami berharap kelompok ini dapat terus meningkatkan kapasitas usahanya dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya. Ke depan, kami akan terus mendorong lahirnya kelompok-kelompok masyarakat yang mandiri, produktif, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Dari kebun cabai di Kampung Rawa Mekar Jaya, Azmi dan Kelompok Tani Asa Baru membuktikan bahwa ketekunan dan kemauan untuk terus belajar mampu membuka peluang yang lebih luas serta menumbuhkan harapan bagi masa depan yang lebih baik. ***