Menu

Wabup Bengkalis Hadiri Panen Raya TNI Disiak Kecil

Dahari 17 Jul 2026, 19:12
Wabup Bengkalis Hadiri Panen Raya TNI Disiak Kecil
Wabup Bengkalis Hadiri Panen Raya TNI Disiak Kecil

RIAU24.COM - Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso menghadiri Panen Raya TNI dalam rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dipusatkan di Desa Sepotong, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Jumat, 17 Juli 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan, S.E., M.M, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, perangkat daerah, para petani, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Panen raya ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Selain melakukan panen bersama, seluruh peserta juga mengikuti Panen Raya Nasional secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia dari Lanud Abdul Saleh, Malang, Jawa Timur.

Melalui sambungan virtual tersebut, Presiden menyapa daerah-daerah yang melaksanakan panen raya secara serentak sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di seluruh Indonesia.

Usai pelaksanaan panen raya, Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso menyampaikan apresiasi kepada TNI yang selama ini terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada TNI, khususnya Pangdam XIX/Tuanku Tambusai beserta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Bengkalis. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kokoh," ujar Bagus Santoso.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas lahan, penguatan kelembagaan petani, serta kolaborasi yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.

Lanjut, Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso menegaskan bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas padi, memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. Menurutnya, Kabupaten Bengkalis masih memiliki tantangan untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat yang setiap tahunnya mencapai sekitar 60 ribu ton.

"Produksi beras kita saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20 hingga 30 ribu ton per tahun. Artinya, masih terdapat kekurangan yang harus dipenuhi dari daerah lain. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian," ujar Bagus Santoso.

Untuk itu, Bagus mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya para petani dan pemerintah desa, agar bersama-sama menjaga keberadaan lahan pertanian produktif dan tidak melakukan alih fungsi lahan sawah.

"Kami berharap lahan pertanian yang ada dapat terus dipertahankan. Jangan sampai terjadi alih fungsi lahan, karena sawah merupakan aset penting dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan produksi beras di Kabupaten Bengkalis," tegasnya.

Bagus menjelaskan, saat ini Kabupaten Bengkalis memiliki sekitar 1.823 hektare lahan sawah, di mana hampir 43 persen berada di Kecamatan Siak Kecil yang menjadi salah satu sentra produksi padi terbesar di Kabupaten Bengkalis.

Ia juga menyampaikan bahwa panen raya yang dilaksanakan di Desa Sepotong merupakan bukti nyata potensi pertanian daerah. Pada kegiatan tersebut dilakukan panen di lahan seluas 50 hektare dengan estimasi produktivitas mencapai 6,7 Ton gabah per hektare menggunakan varietas padi Cibatu. Keberhasilan tersebut didukung dengan penerapan indeks pertanaman (IP) 200 atau dua kali musim tanam dalam satu tahun.

"Produktivitas ini menunjukkan bahwa Bengkalis memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi padi. Dengan dukungan pemerintah, sinergi TNI-Polri, serta semangat para petani, kami optimistis target swasembada pangan secara bertahap dapat diwujudkan," pungkasnya.

Sementara itu, Kasdam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung program ketahanan pangan merupakan implementasi pembinaan teritorial yang bertujuan membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian.

Menurutnya, TNI akan terus hadir bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong optimalisasi lahan pertanian, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya swasembada pangan nasional.

Kasdam juga menegaskan komitmen TNI mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kemampuan bersama menjaga lahan pertanian dari ancaman alih fungsi.

"Jangan sampai tanah ini dialihfungsikan. Semakin luas lahan sawah yang kita miliki semakin baik. Lahan ini harus tetap menjadi lumbung pangan," tegasnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Selain panen bersama, momentum dialog virtual dengan Presiden Republik Indonesia semakin memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa untuk terus bersinergi dalam membangun ketahanan pangan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan.