PTPN IV PalmCo Dongkrak Produktivitas Sawit Petani Lampaui Standar Nasional
Keberhasilan tersebut turut berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Melalui pola kemitraan yang dijalankan PalmCo, petani mampu memperoleh pendapatan rata-rata Rp7 juta hingga Rp8 juta per bulan, serta turut mencatatkan saldo koperasi secara tahunan mencapai Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.
Di bidang peremajaan sawit rakyat, PalmCo bahkan tercatat sebagai perusahaan paling aktif dalam pendampingan PSR secara nasional.
Sepanjang periode 2024-2025, perusahaan telah merealisasikan peremajaan seluas 36.681 hektare dan menargetkan tambahan 64.176 hektare pada periode 2026-2029 yang melibatkan sekitar 32.000 kepala keluarga petani.
Arya menilai keberhasilan peningkatan produktivitas petani tersebut akan menjadi faktor penentu dalam menjaga keseimbangan pasokan CPO nasional di tengah meningkatnya kebutuhan domestik.
Berdasarkan proyeksi internal industri, konsumsi CPO nasional diperkirakan meningkat dari 27,45 juta ton pada 2026 menjadi 38,83 juta ton pada 2036, terutama didorong oleh pertumbuhan konsumsi biodiesel dan pangan.
Pola kemitraan tersebut pun diamini oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) yang menilai pola tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit nasional di tengah meningkatnya kebutuhan minyak sawit untuk pangan dan energi.