Menu

Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional dari Baznas

Azhar 29 Jul 2026, 23:54
Ilustrasi Baznas. Sumber: Internet
Ilustrasi Baznas. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, menyebut zakat harus ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam pembangunan bangsa, bukan sekadar ibadah individual. 

Menurutnya, melalui tata kelola yang profesional, digitalisasi, kementerian dan lembaga Baznas menargetkan zakat mampu menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dikutip dari rmol.id, Rabu 29 Juli 2026.

Menurutnya lagi, potensi zakat Indonesia sangat besar. Namun, realisasi penghimpunan zakat masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar.

Berdasarkan hasil survei yang menjadi rujukan Baznas, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan masyarakat belum menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

Pertama, masih banyak umat Islam yang belum memahami kewajiban zakat secara utuh. 

Kedua, belum tumbuh kesadaran untuk menunaikan zakat. 

Ketiga, masih rendahnya tingkat kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat. Keempat, masyarakat belum merasakan kemudahan dalam menunaikan zakat.

Karena itu, salah satu prioritas utama Baznas adalah memperkuat literasi zakat sekaligus mempercepat digitalisasi layanan.

"Digitalisasi bukan hanya membuat pelayanan lebih mudah, tetapi juga meningkatkan transparansi, integrasi, efektivitas, dan efisiensi pengelolaan zakat," jelasnya.

Melalui sistem digital, lanjut Sodik, pengelolaan zakat hingga tingkat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desa nantinya dapat dipantau secara real time.