Menu

Pengembangan Hutan Adat Imbo Putui Dorong Pertumbuhan Ekonomi Wisata Desa di Kampar

Devi 5 Aug 2026, 10:58
Pengembangan Hutan Adat Imbo Putui Dorong Pertumbuhan Ekonomi Wisata Desa di Kampar
Pengembangan Hutan Adat Imbo Putui Dorong Pertumbuhan Ekonomi Wisata Desa di Kampar

"Pengelolaan wisata tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menjaga kawasan agar tetap nyaman dan berkelanjutan. Kami terus mengajak pengunjung menjaga kebersihan dan menghormati aturan adat yang berlaku," ujar Said.

Dari sisi bisnis, pengembangan destinasi mulai memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi lokal. Selama periode libur panjang dalam satu bulan terakhir, jumlah kunjungan wisatawan mencapai hampir 400 orang yang berasal dari berbagai segmen, seperti keluarga, komunitas, dan mahasiswa.

Peningkatan jumlah wisatawan tersebut turut berdampak pada pendapatan masyarakat. Pendapatan mingguan yang sebelumnya berada di kisaran Rp300 ribu meningkat menjadi sekitar Rp3 juta per minggu pada periode ramai kunjungan, atau tumbuh hingga sepuluh kali lipat.

Manager Corporate Social Responsibility (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pengembangan Imbo Putui merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan manfaat ekonomi yang berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

"PHR ingin memastikan kekayaan alam dan budaya dapat tetap terjaga sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Kami berharap Imbo Putui dapat menjadi model pengembangan desa wisata berkelanjutan di Riau," kata Iwan.

Pengembangan Hutan Adat Imbo Putui memperlihatkan potensi ekonomi dari sektor pariwisata berbasis konservasi. Dengan dukungan peningkatan kapasitas masyarakat dan infrastruktur, kawasan ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian lingkungan, tetapi juga berkembang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi desa. ***

Sambungan berita:  
Halaman: 123Lihat Semua