Menghidupkan Kembali Denyut Perikanan Rokan Hilir Lewat Kampung Patin PHR
RIAU24.COM - Dulu, nama Bagansiapiapi dikenal hingga mancanegara sebagai salah satu kota perikanan terbesar di dunia. Pada 1928, catatan surat kabar *De Indische Mercuur* menyebut wilayah ini sebagai kota penghasil ikan terbesar kedua dunia setelah Bergen, Norwegia.
Namun, kejayaan itu perlahan meredup. Perubahan kondisi perairan, tantangan ekonomi, serta menurunnya produktivitas perikanan membuat sektor yang pernah menjadi tulang punggung masyarakat pesisir Rokan Hilir mengalami tekanan.
Kini, harapan untuk membangkitkan kembali sektor perikanan mulai tumbuh dari Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko. Melalui pengembangan Kampung Patin, masyarakat setempat mulai diarahkan untuk membangun sumber ekonomi baru berbasis budidaya ikan air tawar.
Program yang digagas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan bersama SKK Migas ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengubah potensi lahan menjadi peluang usaha produktif.
Tidak hanya membangun kolam budidaya, program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem usaha perikanan yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau sebagai mitra penguatan kapasitas masyarakat.
Dari Nelayan Tangkap Menuju Pembudidaya Mandiri