Menu

Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Agar Berdampak ke Masyarakat

Azhar 9 Aug 2026, 23:35
Ilustrasi ekonomi masyarakat. Sumber: Internet
Ilustrasi ekonomi masyarakat. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) Handi Risza menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

"Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Semester I 2026 mencapai sekitar 5,45 persen. Ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi global, tingginya ketidakpastian geopolitik, dan masih ketatnya kondisi keuangan internasional," ujarnya dikutip dari rmol.id, Minggu 9 Agustus 2026.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen (yoy), meski lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen. Secara triwulanan (quarter to quarter/qtq), ekonomi tumbuh 3,73 persen.

Dia menilai capaian tersebut menunjukkan resiliensi perekonomian nasional.

Dia lalu memberikan catatan, diantaranya memperkuat investasi produktif dan ekspor. 

Hal ini karena struktur pertumbuhan ekonomi masih banyak ditopang konsumsi domestik, stimulus fiskal, dan program prioritas pemerintah. 

Karena itu, perlu penguatan investasi produktif dan ekspor agar sumber pertumbuhan ekonomi lebih seimbang.

Pemerintah dimintanya mempercepat transformasi sektor industri. 

Kontribusi sektor manufaktur masih besar, tetapi belum optimal menjadi mesin peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.