Berharap Banyak dari Sektor Pangan dan Energi
RIAU24.COM - Anggota DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi memberikan sorotan tajam mengenai konsep ketahanan pangan dan energi yang dijalankan pemerintah.
Menurutnya, ketersediaan pasokan di pasar tidak akan berarti apa-apa apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan secara finansial, dikutip dari rmol.id, Selasa 19 Agustus 2026.
"Pada sektor pangan, kedaulatan berarti kemandirian pangan dengan harga yang terjangkau. Termasuk adanya kemampuan daya beli masyarakat. Sehingga pangan murah saja tidak cukup, namun harus ada kemampuan atau daya beli rakyat. Apa gunanya barang ada di pasar kalau rakyat tidak punya uang untuk membelinya?" ujarnya.
Begitu juga dengan sektor energi yang tak luput dari sorotannya. Ia mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan pemadaman listrik berkala.
"Serta menjamin keadilan harga energi bagi masyarakat prasejahtera," ujarnya.
"Sedangkan kemandirian energi berarti tidak boleh lagi ada byar pet, dengan harga token listrik yang ramah untuk kantong rakyat. Selain itu, tidak ada lagi antrean BBM yang mengular di SPBU. Harus ada jaminan ketersediaan bahan bakar di lapangan dengan harga yang tetap terjangkau," ujarnya.
Dia juga menyoroti urgensi penguasaan teknologi.
Menurutnya, inovasi teknologi harus bergerak secara paralel, baik untuk mendongkrak ekonomi rakyat di sektor agraria maupun untuk memperkuat sistem pertahanan pertahanan negara.