Menteri LH Apresiasi Kebijakan Dekarbonisasi PTPN IV PalmCo
RIAU24.COM - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi inisiatif sub holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo dalam mempercepat dekarbonisasi melalui pemanfaatan limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi energi baru terbarukan.
Menteri Jumhur mengatakan langkah tersebut menjadi barometer bahwa industri sawit yang dikelola BUMN memiliki ruang yang besar untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dari pengelolaan limbah. CabangEksekutif
"Saya harus endorse kebaikan-kebaikan yang dilakukan PTPN IV PalmCo. Jadi dunia saat ini sangat menghargai mereka yang mau menghilangkan emisi gas rumah kaca, seperti yang dilakukan PalmCo," kata Jumhur dalam kegiatan di PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Riau, Jumat (21/8) lalu.
PTPN IV PalmCo saat ini telah mengelola 12 methane capture dan energi baru terbarukan di berbagai wilayah operasionalnya. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik, co-firing, hingga dikembangkan menjadi compressed biomethane gas (CBG). PalmCo juga tercatat sebagai perusahaan perkebunan pertama di Indonesia yang secara aktif dalam perdagangan karbon pada pasar bursa karbon IDXCarbon.
Meski begitu, Menteri Jumhur mengatakan bahwa PTPN IV PalmCo perlu memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan itu, sekaligus memperbesar kontribusi sektor perkebunan terhadap agenda transisi energi dan penurunan emisi Indonesia.
"PTPN juga bisa memperluas pemanfaatan carbon trading dengan bekerja sama dengan investor. Manfaat besar akan diterima PTPN, termasuk carbon offset-nya juga bisa didapat. Kita siap memfasilitasi," tuturnya.