Menu

Kekosongan Dokter Spesialis di Bengkalis Berdampak Pelayanan, Komisi IV Dorong Solusi Konkret

Dahari 7 Sep 2026, 19:04
Kekosongan Dokter Spesialis di Bengkalis Berdampak Pelayanan, Komisi IV Dorong Solusi Konkret
Kekosongan Dokter Spesialis di Bengkalis Berdampak Pelayanan, Komisi IV Dorong Solusi Konkret

"Pasien yang harus dirujuk ke Pekanbaru tentu terbebani dengan biaya dan jarak tempuh yang cukup jauh. Apalagi untuk pasien yang membutuhkan penanganan segera," jelasnya.

Selain itu, kekosongan dokter spesialis rehabilitasi medik juga berdampak terhadap pelayanan fisioterapi. Tanpa dokter spesialis rehabilitasi medik, tindakan fisioterapi terhadap pasien tidak dapat dilakukan secara optimal karena diperlukan penegakan diagnosis dan rekomendasi medis.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Akna Juwita, membenarkan bahwa Kabupaten Bengkalis masih mengalami kekurangan dokter spesialis. Kondisi di RSUD Rupat menjadi salah satu perhatian karena belum memiliki dokter spesialis dan saat ini hanya didukung dokter umum.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bengkalis, dr. Ricky, menjelaskan bahwa saat ini RSUD Bengkalis memiliki 27 dokter spesialis.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara dengan mendatangkan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk bidang anestesi, radiologi, dan mata. Namun, dokter PPDS tersebut masih berstatus pendidikan sehingga belum dapat menjadi penanggung jawab pelayanan secara penuh.

"Dokter radiologi PPDS belum dapat dijadikan penanggung jawab karena masih dalam pendidikan," jelasnya.

Halaman: 123Lihat Semua