Kekosongan Dokter Spesialis di Bengkalis Berdampak Pelayanan, Komisi IV Dorong Solusi Konkret
Menurut dr. Ricky, keberadaan dokter spesialis rehabilitasi medik sangat penting untuk menegakkan diagnosis sekaligus menentukan terapi bagi pasien. Ia juga menyoroti dampak rujukan pasien ke Pekanbaru yang membutuhkan waktu perjalanan cukup panjang, khususnya bagi masyarakat Pulau Bengkalis.
RSUD Bengkalis juga telah mengusulkan kebutuhan dokter melalui program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS). Namun, hingga kini belum ada dokter yang ditempatkan melalui program tersebut. Menurutnya, fasilitas dan tunjangan yang ditawarkan menjadi salah satu pertimbangan dokter spesialis untuk bertugas di suatu daerah.
Adapun RSUD Mandau saat ini memiliki 41 dokter spesialis dan secara umum kebutuhan dokter spesialis sudah hampir lengkap. Namun, masih terdapat kekosongan dokter spesialis bedah urologi dan bedah saraf. Pasien yang membutuhkan kedua layanan tersebut masih harus dirujuk ke Pekanbaru.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zaibah, menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan masih memberikan sejumlah jalur yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis, di antaranya melalui PPDS, Nusantara Sehat, insentif, dan PGDS. Keempat jalur tersebut, kata Zaibah, dapat diusulkan secara periodik sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, salah satu opsi yang dapat dilakukan dalam jangka pendek adalah memindahkan atau memanfaatkan dokter spesialis dari RSUD lain yang memiliki ketersediaan tenaga lebih baik untuk memenuhi kekosongan di rumah sakit yang membutuhkan, tentunya sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah.
"Misalnya, dokter spesialis dari RSUD Mandau dapat diperbantukan ke RSUD Bengkalis sesuai kebijakan pemerintah daerah," ujarnya.