Bengkalis Dukung Percepatan Swasembada Pangan melalui Gerakan Tanam dan PM-AAS
Melalui Sekolah Lapang PM-AAS, para petani diarahkan untuk memahami dan menerapkan teknologi budidaya pertanian modern, mulai dari pengolahan lahan, penggunaan alat dan mesin pertanian, penerapan teknologi peningkatan produktivitas hingga pemilihan benih varietas unggul.
Integrasi antara Gerakan Tanam dan Sekolah Lapang PM-AAS diharapkan mampu mempercepat modernisasi pertanian di Kabupaten Bengkalis. Penerapan teknologi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya usaha tani dan mengoptimalkan hasil produksi padi.
Kepala BRMP Riau, Agus Wahyana Anggara, menyampaikan bahwa penerapan sistem pertanian modern melalui PM-AAS ditargetkan mampu mendorong produktivitas padi hingga mencapai 8–10 ton gabah per hektare.
Menurutnya, peningkatan produktivitas tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan di Provinsi Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani dan petani menjadi faktor penting dalam penerapan teknologi pertanian modern.
Pelaksanaan Gerakan Tanam secara serentak pada akhir September juga menjadi momentum untuk mengamankan target LTT bulanan, sekaligus memperkuat fondasi bagi peningkatan luas panen dan produktivitas padi di Provinsi Riau.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus memperkuat sinergi bersama BRMP Riau, penyuluh pertanian, kelompok tani dan masyarakat petani dalam mendorong transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern.