Per September, Kab Bengkalis Tercatat Capai 946 Hektare dan 87 Titik Api
RIAU24.COM - Pemerintah Kabupaten Bengkalis menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sekaligus menjaga serta merestorasi ekosistem gambut secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bengkalis Kasmarni saat menerima kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau, Danlanud Roesmin Nurjaddin, jajaran Forkopimda Riau serta akademisi Universitas Riau, di Rumah Runding Restorasi, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Rabu 30 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kasmarni memaparkan kondisi terkini Karhutla di Kabupaten Bengkalis serta berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Berdasarkan ground check per 22 September 2026, Karhutla di Kabupaten Bengkalis tercatat mencapai 946 hektare dengan 87 titik api. Sementara berdasarkan pemantauan citra satelit per 28 September 2026, luas indikatif mencapai 8.573,25 hektare dengan 73 titik api.
“Angka ini menjadi pengingat bagi kita bahwa Karhutla tidak boleh dilihat hanya sebagai persoalan api. Ada persoalan gambut, tata air, akses, aktivitas masyarakat, hingga koordinasi dan kewenangan yang harus kita tangani secara bersama-sama,” tegas Kasmarni.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla, membentuk aatgas operasi bersama dengan melibatkan TNI dan Polri.