Atasi Tantangan Air Saat Kemarau, PHR Hadirkan Solusi Irigas Tetes Bagi Kelompok Tani Perawang
Sebelum instalasi dipasang, Ratna Siregar bersama anggota KWT Multi Talent secara gotong royong—dengan bantuan para suami—membuat kolam penampungan air di lahan kebun.
Mereka juga secara disiplin mempelajari cara pengoperasian pompa, pengaturan distribusi pipa irigasi tetes, hingga menyusun jadwal piket operasional harian.
Keberadaan sistem irigasi ini membawa dampak positif untuk keberlanjutan lahan kebun, baik secara operasional maupun pilihan komoditas budidaya.
Durasi penyiraman kebun memangkas waktu hingga 50 persen, dari yang sebelumnya membutuhkan waktu 4 jam per hari menjadi hanya sekitar 2 jam per hari.
"Awalnya kami tidak paham dengan sistem pengairan yang diterapkan, namun ternyata sangat membantu. Tidak perlu repot lagi haru bolak-balik ambil air dari rumah. Ketakutan kekeringan tidak semengerikan dulu karena ada kepastian air,” ujar Ratna.
Kepastian pasokan air baku sebesar 1.000 liter per hari memungkinkan kelompok untuk memproduktifkan kembali lahan seluas sekitar setengah hektare yang sebelumnya menganggur saat kemarau.