PTPN IV PalmCo: Kepercayaan Kunci Kemitraan Sawit Berkelanjutan
Jatmiko menjelaskan bahwa kemitraan petani di Riau telah berlangsung selama empat dekade terakhir. Ia mengakui perjalanan kemitraan dengan ribuan petani di Riau memiliki kompleksitas tersendiri. Namun, ketika manajemen berlangsung dengan baik, karakter tersebut justru menjadi salah satu kekuatan Regional III.
Hubungan itu juga tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Jatmiko yang pernah memimpin PTPN V, sebelum menjadi PTPN IV Regional III saat ini mengakui dalam perjalanan panjang kemitraan sejak dekade 1980-an hingga memasuki generasi petani berikutnya, perusahaan dan petani pernah mengalami pasang surut.
Perbedaan pemahaman, komunikasi yang belum optimal hingga perubahan lanskap industri sawit menjadi bagian dari dinamika yang harus dilalui bersama. Dari pengalaman tersebut, kata dia, perusahaan kemudian memilih kembali pada khittah awalnya, tumbuh dan berkembang bersama petani.
Upaya itu mulai diperkuat secara bertahap dan semakin masif sejak 2019 melalui inisiatif BUMN untuk Sawit Rakyat. Perusahaan tidak hanya membenahi pola hubungan eksternal dengan petani, tetapi juga memperkuat cara pandang dan organisasi di internal perusahaan agar kemitraan ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama.
"Kami akhirnya menyadari bahwa kami harus kembali lagi ke khittah, bahwa kami dibentuk untuk berdampingan bersama petani," kata dia.
Salah satu pendekatan yang kemudian dikembangkan adalah pola kemitraan melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), termasuk konsep single management.