Pemkab Bengkalis Gelar Tabligh Akbar Bersama UAS dan Sampaikan 10 Pesan Ini
Keenam, memasukkan anak ke lembaga pendidikan Islam. Jika orang tua memiliki keterbatasan waktu dan ilmu untuk mendidik anak secara langsung, UAS menyarankan agar anak-anak dititipkan ke pondok pesantren. Lembaga pesantren saat ini sudah modern, mampu mengajarkan Al-Qur'an, kitab kuning, sekaligus bahasa asing (Inggris dan Arab).
Ketujuh, orang tua menjadi teladan (role model). Anak-anak membutuhkan contoh nyata, bukan sekadar perintah. Orang tua tidak bisa menyuruh anaknya ke masjid jika ayahnya sendiri berdiam diri di rumah. Teladan ibadah harus dimulai dari bapak dan ibu di rumah.
Kedelapan, memberikan makanan yang halal. Asupan makanan yang halal sangat memengaruhi kepatuhan anak. Makanan haram akan menyumbat aliran darah dan merusak kerja otak, sehingga anak menjadi bebal, sulit dinasihati, dan enggan mendengar perkataan baik.
Kesembilan, peran pemimpin dalam menjaga agama. UAS juga menyoroti tugas penting seorang pemimpin daerah dalam menjaga rakyat, agama, dan negara, berkaca pada sejarah Sultan Syarif Kasim. UAS secara khusus meminta kepada Bupati Bengkalis untuk mengadakan program pelatihan imam dan ustaz utusan dari setiap kecamatan. Tujuannya agar masjid-masjid di desa kembali hidup dengan pengajaran akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Asy'ariyah), fikih, dan akhlak.
Kesepuluh, kekuatan doa melalui shalat hajat. Senjata pamungkas orang tua adalah doa. UAS mengajak para orang tua untuk merutinkan shalat hajat di sepertiga malam. Mintalah kesalehan anak, kelancaran rezeki, hingga masa depan mereka langsung kepada Allah SWT pada sujud terakhir shalat berdoa dalam hati jika menggunakan bahasa selain Arab agar shalat tidak batal.