Menu

Kabaharkam Polri dan Pangdam Pimpin Gerakan Penanaman Pohon di Siak, Libatkan 1.600 Personel

Lina • 10 Oct 2026, 18:35
Kabaharkam Polri dan Pangdam Pimpin Gerakan Penanaman Pohon di Siak, Libatkan 1.600 Personel
Kabaharkam Polri dan Pangdam Pimpin Gerakan Penanaman Pohon di Siak, Libatkan 1.600 Personel

RIAU24.COM - SIAK — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), jajaran TNI-Polri bersama pemerintah, buruh, dan masyarakat menggelar aksi penanaman pohon di Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (10/10/2026).

Mengusung tema Penanaman Sejuta Pohon sebagai Wujud Sinergitas TNI-Polri, Pemprov Riau, Pemda Kabupaten Siak, dan Buruh Menuju Indonesia Asri, kegiatan ini dipusatkan di kawasan PT Bumi Siak Pusako (BSP), lokasi Sumur NEB#03, KM 83, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Herry Heryawan, serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau dan Kabupaten Siak.

Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun kepedulian terhadap lingkungan, termasuk mendorong pemulihan kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Libatkan 1.600 Peserta

Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang melibatkan sekitar 1.600 peserta dari unsur TNI, Polri, masyarakat, pekerja perusahaan, serta buruh dan serikat pekerja.

Peserta terdiri atas 150 personel TNI, 200 personel Polri, 100 warga masyarakat Siak, 250 pekerja perusahaan, serta 900 anggota berbagai elemen buruh dan serikat pekerja.

Sejumlah organisasi yang terlibat di antaranya KSPSI, KSPSI AGN, KSBSI, FSPMI, FSP-BUN, dan SARBUMUSI.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan dan instansi, antara lain PT BSP, PT Arara Abadi, PT RAPP, PT Ekawana, PT BIM, PTPN IV Regional III, BKSDA Riau, LAMR Siak, tokoh masyarakat, serta pelajar Pramuka.

Pada tahap awal, sebanyak 2.000 hingga 3.000 bibit pohon mulai ditanam. Jenis tanaman yang dipilih meliputi trembesi, matoa, dan petai.

Penanaman tersebut menjadi langkah awal pengembangan kawasan hijau yang ditargetkan mencakup puluhan hektare secara bertahap dan berkelanjutan.

Selain aksi penghijauan, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa penyerahan 1.000 paket sembako secara simbolis kepada anggota serikat pekerja dan masyarakat Kampung Dayun.

Pangdam: Penghijauan Investasi untuk Generasi Mendatang

Dalam amanatnya saat apel gabungan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangka HUT ke-81 TNI, melainkan investasi ekologis untuk masa depan masyarakat Riau.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor melalui konsep Green Defense dan Green Policing dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat upaya pencegahan karhutla.

"Konsep ini mengintegrasikan Green Defense dan Green Policing sebagai sarana menumbuhkan kepedulian lingkungan. Menjaga alam berarti alam akan menjaga kita—yang hari ini dibuktikan dengan turunnya hujan sebagai anugerah. Langkah ini strategis untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," tegas Agus.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kegiatan penghijauan sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar menanam pohon tanpa memastikan perawatannya.

"Ini adalah investasi besar untuk anak cucu kita di masa depan. Karena itu, mari kita menanam dengan tulus dan memastikan pohon-pohon yang ditanam hari ini tumbuh serta memberikan manfaat bagi lingkungan," lanjutnya.

Kabaharkam Tekankan Perawatan Pohon

Sementara itu, Kabaharkam Polri Komjen Pol Herry Heryawan mengatakan gerakan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari Gerakan Riau CERAH, yakni Cegah, Rawat, Hijaukan, sebagai implementasi Green Policing.

Kegiatan ini juga mendukung Program ASRI, yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut sebagai program yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Herry menekankan bahwa keberhasilan gerakan penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari upaya pemeliharaan dan keberlangsungan hidup tanaman setelah kegiatan selesai.

"Proses penghijauan harus dilaksanakan secara berkesinambungan, mulai dari pemilihan lokasi, pemeliharaan bibit, dokumentasi data penanaman, hingga monitoring setelah kegiatan selesai. Jangan sampai kita pandai menanam, tetapi tidak cukup peduli untuk merawat," ujar Herry.

Ia juga menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 TNI, yakni TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.

Menurutnya, sinergi antara aparat, pemerintah, dunia usaha, buruh, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mewariskan alam yang lebih baik kepada generasi mendatang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon, bakti sosial, serta sesi wawancara singkat bersama awak media. Setelah seluruh agenda selesai, Kabaharkam Polri bersama rombongan bertolak kembali menuju Pekanbaru.(Lin)