Menu

Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Adhie M Massardi: Ini Ujian Integritas

Zuratul • 6 Oct 2026, 16:43
Hersubeno Arief seorang jurnalis senior bersama mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie M Massardi. (Screenshot/YouTube/HersubenoPoint)
Hersubeno Arief seorang jurnalis senior bersama mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie M Massardi. (Screenshot/YouTube/HersubenoPoint)

RIAU24.COM - Masuknya Rocky Gerung ke lingkungan pemerintahan setelah dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) memunculkan pertanyaan mengenai posisi seorang intelektual ketika berada di dalam lingkar kekuasaan.

Pertanyaan itu dibahas jurnalis senior Hersubeno Arief dalam tayangan di kanal YouTube-nya. Dalam tayangan tersebut, mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie M Massardi, memberikan pandangannya mengenai keputusan Rocky bergabung dengan Wantimpres.

Adhie menilai, masuknya seorang intelektual ke pemerintahan tidak dengan sendirinya membuatnya kehilangan independensi. Menurut dia, anggapan bahwa intelektual harus selalu berada di luar pemerintahan agar tetap kritis merupakan pandangan yang perlu diluruskan.

Menurut Adhie, persoalan utamanya bukan berada di luar atau di dalam kekuasaan, melainkan apakah seseorang tetap membawa sikap dan pandangan yang sama setelah berada di dalamnya.

Ia kemudian menyinggung pengalaman almarhum ekonom Rizal Ramli ketika diajak Gus Dur masuk ke pemerintahan. Bagi Adhie, keterlibatan intelektual di dalam pemerintahan justru dapat digunakan untuk mendorong perubahan secara langsung.

Adhie mengatakan, seorang intelektual tidak seharusnya hanya mempertahankan posisi sebagai pengkritik dari luar. Jika memiliki gagasan yang dianggap dapat memperbaiki keadaan, menurut dia, gagasan tersebut juga perlu dibawa ke dalam ruang pengambilan kebijakan.

Halaman: 12Lihat Semua