Terkait Listrik Padam, Meneger PLN Bengkalis Malah Suruh Bertanya ke Perangkat Desa
RIAU24.COM - BENGKALIS - Pemadaman listrik tanpa sebab yang dilakukan oleh pihak PT PLN persero Bengkalis, provinsi Riau sangat mengganggu aktivitas warga masyarakat dan dinilai sangat merugikan warga.
Dengan keseringan padam listrik membuat warga merasa kesal, terlebih terjadinya kerap di siang hari dimana, saat warga sedang melakukan aktivitas dirumah.
"Listrik padam tidak tentu arah. Selama satu minggu itu padamnya tiba tiba, kadang pagi bahkan pada pada malam hari,"ujar Pian warga Desa Simpang Ayam, Selasa 27 Oktober 2026.
Menurutnya, warga sudah mulai risih akibat ulah PLN Bengkalis sering melakukan pemadaman listrik tersebut. Meskipun matinya hanya sebentar tapi sering hingga 2 sampai 3 kali listrik padam.
"Hampir setiap hari pemadaman listrik. Listrik kerap padam di saat penerangan dibutuhkan. Kalau sudah mulai mati lampu. Kita hanya bisa pasrah saja, terkadang padamnya tak lama, tetapi hampir berulang ulang kali terjadinya pemadaman," kesalnya.
Dalam hal tersebut, warga Desa simpang ayam terus mengeluhkan dengan seringnya pemadaman listrik yang dilakukan oleh pihak PT PLN Persero Bengkalis, Selasa 27 Oktober 2026.
Kekesalan warga tersebut lantaran pihak PLN Bengkalis selama satu minggu itu telah sering melakukan pemadaman listrik. Yang anehnya lagi, alasan pihak PLN Bengkalis saat melakukan pemadaman listrik adalah akibat pohon tumbang dan ulah hewan. Diduga untuk hasil dilapangan, menyebutkan bahwa tidak ada pohon yang tumbang dan hewan yang terkena kabel aliran listrik.
Saat dikonfirmasi wartawan Riau24.com meneger PLN persero Bengkalis Ade Pratama Saputra menyebutkan bahwa, untuk desa Simpang ayam padam listrik ada penyebabnya pohon tumbang dan ada penyebabnya karena hewan.
"Kita sama-sama tau kondisi di pulau Bengkalis kan.Kami jelaskan juga tapi pemberitaan tetap diputar balikan sehingga menjadi fitnah. Sama hal sebelumnya terkait alat listrik yang rusak," ungkap meneger PLN Bengkalis, Ade Pratama Saputra.
"Sekarang mana yang bagus saja pemberitaan mau dibuat bg,"sambungnya.
Disinggung dimana lokasi pohon yang tumbang tersebut. Meneger PLN Bengkalis Ade P Saputra tak bisa menjelaskan. Malah dirinya menyuruh wartawan menanyakan hal itu ke pihak perangkat desa simpang ayam.
"Perwakilan perangkat desa selalu dapat informasi di grup PLN menyapa. Silahkan ditanya ke pak Muji (Kades) yang selalu berkoordinasi apabila padam di desa Simpang ayam,"ujarnya.
"Kalau pagi ini masih ditelusuri penyebabnya, langkah pertama yang dilakukan menyalakan kembali listrik pelanggan kemudian menelusuri penyebab gangguan,"ungkapnya lagi.
"Yang diatas terkait koordinasi dan informasi dengan perangkat/perwakilan desa,"kilahnya lagi.
"Peralatan PLN harus bekerja memadamkan jika terjadi arus hubungan singkat, jika tidak padam akan terjadi dampak lebih buruk seperti kebakaran atau korban bahkan padam total ke sumber pembangkit.Tapi kami PLN tetap berusaha menyalakan kembali listrik nya kan?,"katanya.
Kembali disinggung, ketika pihak PLN melakukan pemadaman listrik, dua sampai 3 jam berapa kerugian warga masyarakat. Kemudian, ketika warga yang terlambat melakukan pembayaran hanya hitungan dua tiga hari PLN sudah bertindak tegas seperti melakukan pemutusan aliran listrik.
Dalam hal tersebut, Ade pratama Saputra hanya memberikan jawaban ini, pertama : Pemeliharaan harus dilakukan sebagai upaya menjaga aset dan pemasangan pengaman hewan. kedua : pemutusan sesuai kesepakatan pelanggan dengan PLN yang dituangkan dalam SPJBTL.
"Ada yang pernah ditelantarkan setelah padam listriknya?Pernah dipikirkan listrik tetap nyala kembali meskipun malam hari?,"jawab meneger PLN Bengkalis.
Kembali disinggung bahwa kenapa disetiap kolam tambak tambak udang sangat mudah untuk mendapatkan tiang listrik bahkan ada terafonya sendiri. Mohon dijelaskan bang. Dalam hal tersebut meneger PLN tidak bisa memberikan jawaban.
"Ini sudah beda pembahasannya. Dan Jalan jalan bg sampai ke ujung pulau bengkalis,"pungkasnya sambil meremehkan wartawan.