Bupati Bengkalis Menjadi Irup Hari Santri 2026 di PMNH
“Jika dahulu para ulama dan santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, persatuan, inovasi, dan pengabdian nyata kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.
Kasmarni mengajak para santri untuk tidak membatasi cita-cita hanya pada bidang keagamaan. Dengan bekal ilmu, akhlak, kedisiplinan, dan semangat belajar, santri memiliki peluang luas untuk berkiprah sebagai ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, profesional, hingga pemimpin masa depan.
Menurutnya, tantangan zaman menuntut santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan akhlak, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Santri harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Bukan hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga menghadirkan manfaat; bukan sekadar memiliki cita-cita, tetapi berani mewujudkannya melalui karya dan pengabdian nyata.
Pada kesempatan tersebut, Kasmarni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui penguatan pendidikan keagamaan dan pengembangan pondok pesantren.
Ia juga mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Komunikasi yang terbuka, masukan yang konstruktif, dan pemahaman terhadap kebutuhan nyata pesantren dinilai penting agar kebijakan serta program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi santri dan lembaga pendidikan keagamaan.