Menu

Pembinaan Generasi Hasanah Learning Community Hidupkan Masjid, Selompok Anak Muda Ajarkan Anak Belajar Bahasa Inggris

Dahari • 2 Nov 2026, 18:30
Pembinaan Generasi Penerus di Bengkalis, Hasanah Learning Community Hidupkan Masjid
Pembinaan Generasi Penerus di Bengkalis, Hasanah Learning Community Hidupkan Masjid

RIAU24.COM -Sekelompok anak muda bersama tokoh masyarakat Desa Muntai menginisiasi gerakan pendidikan berbasis masjid melalui program pembelajaran Bahasa Inggris yang melahirkan sebuah komunitas bernama Hasanah Learning Community (HLC), Senin 2 November 2026.

Berpusat di Masjid Hasanah ini, gerakan pendidikan membawa gagasan untuk memperluas fungsi masjid, bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi sebagai ruang belajar dan aktivitas positif bagi generasi muda.

Dari pantauan, melalui program ini, anak-anak usia sekolah dasar dan menengah mendapatkan kesempatan untuk belajar Bahasa Inggris dilingkungan yang terbuka dan terarah.

Program Batch 1 tersebut telah diselenggarakan selama tujuh pertemuan, mulai dari proses pembelajaran hingga pelaksanaan Final Examination sebagai evaluasi akhir peserta.

Selama rangkaian kegiatan, kemudian ditutup dengan Closing program batch 1 dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat selama proses belajar yang telah mereka lalui.

"Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya belajar sekaligus menghadirkan aktivitas pendidikan yang tumbuh dari lingkungan masyarakat desa,"ujar 
Muhammad Kasyful Asror selaku General Secretary Hasanah Learning Community.

Sementara, H. Rajab Selamat yang sekaligus penasihat hasanah learning Community, menyambut baik inisiatif para pemuda tersebut.

Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat dan sebagaimana fungsi masjid dalam sejarah peradaban Islam.

“Masjid sejak dahulu bukan hanya tempat umat beribadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan umat. Saya sangat mendukung inisiatif anak-anak muda ini. Kita ingin masjid menjadi tempat yang dirindukan generasi muda, tempat mereka belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan masa depan,” ungkap H Rajap Selamat.

Rajap berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Muhammad Kasyful Asror selaku general secretary hasanah learning community yang mengambil peran membangun fondasi operasional komunitas yang sekaligus merancang sistem pembelajaran dengan menyusun kurikulum, membangun kelas, menjadi tutor, hingga mengelola administrasi program.

"Bahwa program Bahasa Inggris merupakan langkah awal dari visi yang lebih luas, yakni membangun ekosistem pendidikan tumbuh dari masyarakat desa,"ujar Kasyful Asror.

“Kami percaya bahwa anak-anak di desa juga memiliki potensi besar dan berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Pendidikan dan ruang belajar yang berkualitas dan seharusnya tidak hanya dapat diakses oleh mereka yang berada di perkotaan,”katanya.

Menurutnya, tujuan komunitas tidak berhenti pada kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga membangun budaya belajar, menumbuhkan kepercayaan diri, membentuk karakter, memperluas wawasan generasi muda.

“Kami ingin membuktikan bahwa dari desa, dari masjid, kita juga bisa memulai sesuatu yang memberikan dampak bagi masa depan generasi. Ini bukan sekadar tentang membuat kelas belajar, tetapi tentang membangun ekosistem pendidikan tumbuh dari masyarakat sendiri,” jelas Kasyful Asror.

H Rusdi selaku Executive Director Hasanah Learning Community menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan gerakan melalui kolaborasi, tata kelola komunitas yang lebih baik.

“Anak muda sudah menunjukkan kepedulian dan mengambil langkah nyata, menghadirkan kegiatan positif di lingkungan masjid. Ini merupakan semangat yang harus kita jaga bersama,"kata H Rusdi.

Diutarakannya, sebuah komunitas tidak cukup hanya dibangun dengan semangat, tetapi juga membutuhkan komitmen serta kebersamaan dan pengelolaan yang baik.

Ia berharap Hasanah Learning Community dapat berkembang menjadi wadah pendidikan dan sosial yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat banyak, khususnya generasi muda Desa Muntai.

"Kehadiran Hasanah Learning Community menjadi salah satu ikhtiar masyarakat Desa Muntai dalam membangun sumber daya manusia dari lingkungan sendiri. Melalui kolaborasi pemuda, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid, gerakan ini diharapkan menjadi awal tumbuhnya budaya belajar dan pembinaan generasi yang berkelanjutan,"ungkapnya.

Dengan terlaksana 7 pertemuan Batch 1 menjadi langkah awal sekaligus bukti bahwa gerakan pendidikan berbasis masyarakat dapat dimulai dari lingkungan desa.

Penutupan program bukanlah akhir dari perjalanan Hasanah Learning Community, melainkan awal untuk membangun komunitas yang lebih terstruktur, memperluas jangkauan pembelajaran dengan menghadirkan lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang.

"Sebab membangun generasi masa depan tidak harus menunggu dari kota. Bisa dimulai dari desa, lingkungan masyarakat, bahkan dari sebuah masjid," ucapnya seraya mengakhiri dari masjid kita menanam ilmu. Dari ilmu kita menumbuhkan generasi. Dari generasi kita membangun peradaban.