Menu

Uni Eropa Berikan Sanksi Kepada Iran Terkait Pembunuhan di Belanda

Satria Utama 9 Jan 2019, 08:33
Stef Blok
Stef Blok

RIAU24.COM -  Kementerian Luar Negeri Belanda mengatakan, pemerintah Iran bertanggung jawab atas pembunuhan dua pembangkang warga negara Iran yang tinggal di Belanda.

Uni Eropa pun telah mengumumkan sanksi terhadap unit intelijen Iran dan dua pejabat terkait dengan kematian tersebut.

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan Iran juga berusaha melakukan pembunuhan di Denmark dan serangan bom di Prancis.

Menurut agen intelijen Belanda AIVD, perantara dipekerjakan oleh pemerintah Iran untuk membunuh dua korban.

"Keterlibatan Iran dalam pembunuhan itu menggarisbawahi pentingnya penyelidikan kami terhadap niat rezim Iran," kata kepala AIVD, Dick Schoof dalam sebuah pernyataan, Selasa (8/1/208) seperti dilansir Aljazeera.

Pemerintah Iran telah membantah terlibat dalam pembunuhan dua orang yang melawan rezim itu. Dikatakan bahwa tuduhan itu dimaksudkan untuk merusak hubungan UE-Iran.

Dalam pernyataan yang diposting di media sosial, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menuduh Belanda dan negara-negara Eropa lainnya menyembunyikan anggota Mujahedeen-e-Khalq (MEK), yang pernah ditunjuk sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat.

"Menuduh Iran tidak akan membebaskan Eropa dari tanggung jawab karena menyembunyikan teroris," tulis Zarif.

Dua orang yang diduga dibunuh oleh pemerintah Iran adalah Mohammed Reza Kolahi Samadi, yang terbunuh di Almere pada 2015, dan Ahmad Mola Nissi, yang terbunuh di Den Haag pada 2017.

Samadi, yang hidup dengan nama Ali Motamed di Belanda, dijatuhi hukuman mati di Iran karena keterlibatannya dalam serangan bom 1981 yang menewaskan 70 orang, sebagian besar anggota partai yang berkuasa.

Tahun lalu, pemerintah Belanda mengatakan tidak tahu bahwa Samadi, yang diidentifikasi sebagai anggota MEK, telah menggunakan nama palsu ketika ia mengajukan permohonan suaka di Belanda setelah persidangannya di Iran.

Dua orang saat ini diadili karena keterlibatan mereka dalam pembunuhan Samadi 2015 tetapi, menurut pihak berwenang Belanda, para tersangka ini tidak tahu siapa sebenarnya orang yang mereka bunuh.***

 

R24/bara