Menu

Meski Bursa Asia Tertekan, Pagi Ini IHSG Kembali Menguat

Riko 24 Jan 2019, 10:37
Foto:  Internet
Foto: Internet

RIAU24.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan, pada Kamis pagi 24 Januari 2019 kembali menguat pasca kemarin sempat tergelincir ke zona merah. Adapun bursa saham Tanah Air pagi ini tercatat 10,86 poin atau 0,17% ke level 6.462,03.

Sementara itu untuk perdagangan kemarin pada Rabu 23 Januari 2019 IHSG ditutup merosot setelah melaju nyaman di zona hijau pada sesi sebelumnya. Pada perdagangan Rabu sore itu  bursa saham Tanah Air ditutup turun 17,392 poin atau 0,269% menjadi 6.451,17. 

Pada hari ini, sektor saham dalam negeri terlihat berada dalam jalur positif dipimpin sektor perdagangan mencetak kenaikan tertinggi 1,05% diikuti properti meningkat 0.66%. Sedangkan pelemahan terdalam menimpa sektor keuangan usai kehilangan 0,89% serta industri dasar jatuh 0,35%. 

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp98 miliar dengan 201 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp13,23 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp47,54 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp34,30 miliar. Tercatat 103 saham naik, 12 saham turun dan 59 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp1.000 menjadi Rp82.900, PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) bertambah Rp300 menjadi Rp4.830 dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) meningkat Rp135 ke posisi Rp695.

Saham lainnya yang melemah yakni PT Siantar Top Tbk. (STTP) turun Rp190 menjadi Rp3.200, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menyusut Rp75 ke level Rp6.525 serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) jatuh Rp50 menjadi Rp9.000.

Di sisi lain, bursa saham Asia diperdagangkan hati-hati pada Kamis pagi di tengah ketidakpastian seputar prospek ekonomi global dan juga konflik perdagangan AS-China yang sedang berlangsung. Komposit Shanghai terpantau tergelincir sekitar 0,1?n Komposit Shenzhen merosot 0,231%. 

Sedangkan Indeks Hang Seng, Hong Kong sebagian besar cenderung mendatar. Kejatuhan juga terlihat pada indeks Nikkei 225 Jepang yang tergelincir 0,26% pada perdagangan pagi hari sementara indeks Topix pulih dari kerugian sebelumnya untuk naik secara fraksional.

Namun, di Korea Selatan, indeks Kospi naik sekitar 0,3% karena saham pembuat chip SK Hynix melonjak lebih dari 3% meskipun melaporkan pendapatan kuartalan yang di bawah ekspektasi. Perusahaan menghubungkan penurunan laba - yang pertama dalam dua tahun ini - karena harga chip yang lebih rendah.


Sumber:  Sindonews