Menu

Tokoh Terkenal di Bali Diduga Lakukan Pedofilia, Incar Korban Saat Latihan Yoga

Satria Utama 15 Feb 2019, 09:28
Arist Merdeka Sirait memberikan keterangan pers. (foto/Radar Bali)
Arist Merdeka Sirait memberikan keterangan pers. (foto/Radar Bali)

RIAU24.COM -  BALI – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memberi perhatian serius terhadap kasus pedofil yang diduga melibatkan tokoh kenamaan di Bali.

Untuk menginvestigasi kasus ini, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait sampai datang langsung ke TKP, di Ashram Gandhi Puri Sevagram, Desa Paksebali, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali. Ashram Gandhi Puri Sevagram diduga menjadi lokasi terjadinya kasus pedofil yang melibatkan 12 orang anak tahun 2010 silam.

"Kita sudah bertemu dengan salah satu korban pedofil. Dari penelusuran timnya, terkuak berbagai modus yang dilakukan oleh pelaku untuk menjerat para korban," jelas Arist di Polda Bali, Kamis (14/2) siang.

Menurut Arist, untuk melancarkan aksinya pelaku berinisial GI melakukannya dengan modus mengajak para korban untuk mandi bersama dalam kondisi tanpa busana. “Tindakannya seperti mandi bersama, pijat, hingga dipanggil ke kamar,” kata Arist.

Pelaku selalu memperhatikan gerak-gerik para korban. Terutama saat ada kegiatan yoga bersama. Dari sana pelaku akan melihat kira-kira siapa calon korban berikutnya yang menurut dia bisa dijerumuskan untuk disodomi.

Dari keterangan salah satu korban yang sudah ditemui, jelas Arist, para korban yang sudah senior di ashram tersebut biasanya sering mewanti-wanti para junior untuk selalu menghindar jika dipanggil oleh pelaku ke kamarnya secara pribadi.

“Senior-senior mereka menyarankan junior agar jangan meliuk bagus saat yoga. Karena itu akan dilihat dan akan dipanggil oleh pelaku. Mereka menyarankan kalau dipanggil juga harus pura-pura sibuk saja. Ini pengakuan korban,” tambahnya.

Dari keterangan para korban ada tiga nama yang ada di ashram itu yang diduga terlibat. Tapi, nama pelaku GI yang merupakan petingginya, yang dianggap paling dominan disebut.

“Kemarin (Rabu/13/2) saya mencoba menemuinya, tapi beliau sedang keluar. Saya sempat mendengar nama ini (GI) dulu di tahun 90-an. Dia dikenal sebagai aktivis lingkungan,” tandasnya.

Arist Merdeka Sirait meyakini ada tindakan pedofil yang terjadi di Ashram Gandhi Puri Sevagram Klungkung. Hal ini dia simpulkan setelah pihaknya mendatangi ashram tersebut, Rabu (13/2) lalu. “Saya meyakini bahwa peristiwa itu terjadi di ashram itu. Saya katakan telah terjadi peristiwa itu. Saya bukan paranormal. Tapi, saya meyakini itu,” kata Arist seperti dilansir pojoksatu.id.***