Menu

DKPP Kuansing: Pembangunan Rumah Warga Petapahan Butuh Anggaran Rp15 Miliar

Replizar 9 Mar 2019, 15:01
Plt. Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kuansing, Burhanuddin, ST/zar
Plt. Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kuansing, Burhanuddin, ST/zar

RIAU24.COM -  TELUK KUANTAN - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Kuantan Singingi, menyebutkan untuk pembangunan rumah masyarakat Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar yang diterjang banjir beberapa waktu lalu, Rabu (27/2/2019), dibutuhkan anggaran sebesar Rp15 miliar lebih.

Hal ini dikarenakan rumah yang terkena musibah banjir bandang Sungai Petapahan itu, mencapai lebih dari 284 Kepala Keluarga (KK). Data ini berdasarkan laporan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD).

"Berdasarkan data dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD), rumah yang terkena banjir bandang akibat meluapnya Sungai Petapahan, mencapai lebih dari 284 KK," ungkap Plt. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Kuantan Singingi, Burhanuddin, ST ketika dihubungi Riau24.Com di Teluk Kuantan.

Menurutnya, dari 284 rumah tersebut, ada yang hanyut, ada yang rusak berat dan ada pula yang rusak ringan, yang jumlahnya mencapai sekitar 71 unit rumah. Sedangkan sisanya sekitar 213 unit rumah lagi, terendam banjir yang mencapai lebih dari 2 Meter.

" Saat ini kita sedang menunggu kesiapan lahan dari Pemerintah Desa dan Kecamatan Gunung Toar, untuk melakukan relokasi warga yang terkena banjir bandang Sungai Petapahan tersebut," paparnya.

Apabila nantinya telah tersedia lahan untuk relokasi warga tersebut, tentu saja akan diusulkan untuk dibangun rumah, misalnya melalui Rumah Layak Huni (RLH) ke Pemerintah Pusat.

Halaman: 12Lihat Semua