Menu

Laga Derby Ini Bisa Jadi Paling Brutal, Mirip Rusuh Saat Tarkam

Siswandi 2 Apr 2019, 23:59
Pemain Glasgow Rangers, Ryan Kent, pukul penggawa Glasgow Celtic, Scott Brown. Foto: int
Pemain Glasgow Rangers, Ryan Kent, pukul penggawa Glasgow Celtic, Scott Brown. Foto: int

RIAU24.COM -  Rusuh saat laga sepakbola, saat ini sudah jarang sekali terdengar di Benua Eropa. Namun bukan berarti hal itu tidak mungkin terjadi. Bahkan ada kejadiannya yang mirip rusuh saat laga sepakbola antarkampung di Tanah Air. Bentrok tidak hanya terjadi antarpemain di lapangan, namun juga meluas hingga ke suporter.

Itulah yang terjadi saat derby Old Firm antara Glagow Celtic versus Glasgow Rangers di Celtic Park, akhir pekan lalu. Laga dua klub yang bersaing di Liga Utama Skotlandia itu, berlangsung Sejumlah insiden kekerasan, terjadi pada laga yang dimenangkan Celtic dengan skor 2-1 tersebut. Selain di lapangan, aksi kekerasan juga menimpa suporter.

Rusuh itu bermula dari keputusan wasit Bobby Madden yang mengusir penggawa Rangers, Alfredo Morelos. Wasit menilainya menyikut pemain Celtic, Scott Brown.

Sebenarnya, Morelos tak benar-benar menyikut. Kontak yang terjadi minim, hanya saja provokasi Brown berhasil menipu sang pengadil, sehingga kartu merah pun dikeluarkan.

Dilansir viva, para pemain Rangers sadar akan permainan licik Brown. Kemudian, mereka memburu Brown dan adu mulut terjadi. Namun keributan akhirnya bisa dipisahkan.

Tak sampai di situ, Brown kembali berulah. Kali ini, ia merayakan gol kemenangan Celtic lewat James Forrest dengan berlebihan.

Aksinya itu memancing emosi pemain Rangers, Ryan Kent. Secara spontan, ia memukul Brown hingga terkapar di lapangan.

Namun kejadian itu luput dari pengamatan wasit Madden. sehingga Kent tak diusir dari lapangan. Namun, para pemain Celtic sadar dengan apa yang dialami Brown dan terus menekan Madden memberikan kartu merah kepada Kent. Madden tak menanggapinya.

Kericuhan kembali terjadi usai Madden meniup peluit panjang pertandingan. Brown kembali terlibat pertengkaran dengan pemain Rangers, Andy Halliday, yang selanjutnya dipisahkan oleh rekan-rekannya.

Bukan cuma di atas lapangan. Keributan juga terjadi di luar stadion. Sekelompok pria yang diduga suporter, ternyata juga terlibat aksi kekerasan. Tragisnya, keributan itu membuat seorang pria kritis karena mendapat luka tusuk. Sementara itu, ada dua pria lain yang harus dirawat intensif di rumah sakit lantaran penyebab serupa.

Kepolisian Glasgow menyatakan sampai sekarang masih terlalu dini menyimpulkan penyebab pertengkaran, apakah karena sepakbola atau bukan. Namun, dari dugaan sementara, motifnya memang mengindikasikan ke urusan sepakbola.

"Seorang pria berusia 47 tahun menerima serangan yang mengarah ke upaya pembunuhan. Dan, serangan ke pria 29 dan 30 tahun sebagai tindakan serius," demikian pernyataan resmi Detektif Inspektur Peter Crombie, dilansir Daily Mirror. ***