Menu

Ngaku Sebagai Kadis PUPR Pelalawan, Penelpon Meminta Rp70 Juta Kepada Developer

Ardi 23 Apr 2019, 11:22
Ilustrasi/in
Ilustrasi/in

RIAU24.COM -  PELALAWAN - Seseorang yang mengaku sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan Hardian Syahputra, ST meminta sejumlah uang kepada salah seorang pengusaha developer di Pangkalan Kerinci.

Kadis gadungan ini tak tanggung-tunggung, meminta uang Rp70 Juta kepada Erni, si pengusaha tersebut.

"Awalnya saya bingung, kok Kadis ini meminta uang sebesar itu. Untuk apa," kata Erni ketika dijumpai Riau24.com, di ruang Kadis PUPR Pelalawan, Senin (22/4/2019).

Kemudian kata Erni, dia ingat, pihaknya pernah mengajukan proposal ke PUPR Pelalawan untuk pembangunan jalan di lingkungan Perumahan yang dimilikinya.

"Saya menduga, mungkin untuk usulan kami ini," katanya.

Erni menceritakan, dirinya ditelepon seseorang yang mengaku bernama Agus dan mengaku sebagai pegawai PUPR Pelalawan. Agus ini meminta Erni untuk menelpon Kadis PUPR Pelalawan, yang nomor HPnya dikirimkannya.

"Saya telepon nomor itu pada Senin (15/4/2019), kemudian kami janjian jumpa di kantor PUPR. Besoknya saya ke PUPR, saya telepon katanya dia sedang rapat," jelas Erni.

Karena libur pemilu dan libur paskah, baru hari Senin (22/4/2019) dirinya langsung ke kantor PUPR Pelalawan. Sebelum masuk ke dalam, Erni telpon Kadis gadungan ini, dan mengaku sedang berada di Jakarta.

Erni kemudian masuk ke dalam kantor PUPR, dan menanyakan ke staf disana. Pegawai tersebut mengatakan, bahwa Kadis PUPR Pelalawan Hardian Syahputra sedang berada diruangannya.

Dengan kaget, Erni kemudian menghadap Hardian. Kepada Kadis PUPR ini, dirinya menceritakan kejadian tersebut. Didepan Hardian, Erni kembali menelpon Kadis gadungan tersebut.

"Dia mengaku sedang di Jakarta, dan kembali meminta sejumlah uang, tapi saya tolak dan minta jumpa. Dijanjikannya hari Kamis besok jumpa dikator PUPR Pelalawan," kata Erni lagi.

Kadis PUPR Pelalawan Hardian mengatakan, dirinya sudah meminta bantuan kepada temanny untuk melacak keberadaan nomor tersebut.

"Diketahui penelpon yang mengaku sebagai saya itu berada di Jawa Barat," kata Hardian.

Hardian mengingatkan agar para pihak yang berhubungan dengan Dinas PUPR tidak percaya dengan telpon gelap yang mengaku sebagai dirinya. Apalagi meminta sejumlah uang.

"Jika ada yang ngaku-ngaku seperti ini, tolong konfirmasi langsung ke kantor PUPR Pelalawan," pinta Hardian.***


R24/phi/ardi