Menu

Sebut Ahok Ingin Jadi Menteri Karena Sering Tampil di Depan Publik, Ferdinand Hutahaean Diserang Netizen

Satria Utama 8 Jul 2019, 11:24
 Ferdinand Hutahaean
Ferdinand Hutahaean

RIAU24.COM -  Aktivitas mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok didepan publik beberapa waktu belakangan ini mulai mendapat respon sejumlah kalangan, salah satunya Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Ia menuding aksi Ahok tersebut dalam rangka mendapatkan kursi menteri.

Kritikan terhadap Ahok itu pertama kali dia cuitkan lewat akun Twitternya @Ferdinand_Haean2. “Apakah Anda @basuki_btp ingin jadi menteri sehingga belakangan ini coba banyak manuver cari perhatian publik? Anda itu mantan Gubernur, tunggu Anies (Baswedan, Gubernur DKI) selesai nanti pilkada lagi silakan ikut,” cuit Ferdinand pada Ahad, 7 Juli 2019 seperti dilansir Harianindo.com.

Ferdinand yang dikonfirmasi terkait cuitannya itu menyatakan, Ahok terlalu banyak bermanuver belakangan ini. Dia mencontohkan kegiatan Ahok menjajal moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) kemarin, Sabtu 6 Juli 2019. Pasca naik MRT, Ahok juga berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Ferdinand pun menuding kunjungan tersebut seakan Ahok masih merasa dirinya pejabat yang meninjau proyek pemerintah. Ferdinand menyatakan bahwa tak baik seorang mantan gubernur seolah mengkritik gubernur baru yang sedang bekerja. “Ini soal fatsun, etika politik. Sabar dan biarkan Gubernur bekerja,” kata dia.

Menurut Ferdinand, kegiatan-kegiatan itu seperti dijadikan manuver oleh Ahok untuk mencari perhatian publik dengan menunjukkan keberadaannya di panggung politik. Dia pun menduga manuver itu menjadi upaya untuk masuk sinyal calon menteri di kabinet Presiden Joko Widodo di periode yang akan datang.

Namun, cuitan Ferdinand di Twitter yang mengkritik Ahok tersebut malah jadi bumerang. Netizen menilai adalah hak Ahok untuk tampil di publik. Mereka juga mempertanyakan dalih Ferdinand mengkritik Ahok.

“BTP enggak perlu mencari perhatian publik bos, tapi publiklah yang memperhatikan dia, lagian kalau BTP jadi menteri masalah buat anda,” cuit akun @muispebrianto.

“Kenapa kau jadi kebakaran jenggot, Fer? BTP mau pergi kemana atau kapan, itu haknya. Dia tidak mengejar kamera tapi sebaliknya. Ketika kau memandang keluyurannya BTP sebagai manuver politik, itu artinya kau mengukur baju BTP dengan pakaian yang kau pakai. Gak bakal pas, Fer. Beda jauh,” tulis akun @USutendi. ***

 

R24/bara