Menu

Dikira Sudah Dieksekusi Mati, Pejabat Korea Utara Ini Ternyata Masih Hidup

Riki Ariyanto 17 Jul 2019, 09:54
Diplomat Korea Utara yang dikabarkan sudah dieksekusi ternyata masih hidup (foto/int)
Diplomat Korea Utara yang dikabarkan sudah dieksekusi ternyata masih hidup (foto/int)

RIAU24.COM -  Rabu 17 Juli 2019, Informasi mengejutkan tentang Kim Hyok Chol, Utusan Korea Utara yang memimpin negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Sempat dikabarkan sudah dieksekusi mati gara-gara kegagalan KTT di Hanoi pada Februari lalu, ternyata Kim Hyok Chol masih hidup.

zxc1

Hal tersebut diungkapkan Kim Min-ki, seorang anggota parlemen Korea Selatan (Korsel). Dilansir dari Okezone, laporan anggota parlemen itu bertentangan dengan laporan media yang mengatakan dia telah dieksekusi.

Padahal beberapa pekan terakhir sejumlah laporan yang saling bertentangan tentang nasib negosiator Korea Utara (Korut) setelah KTT yang gagal antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump yang menemui jalan buntu di Vietnam pada Februari.

zxc2

Kim Min-ki mengatakan bahwa Kim Hyok Chol masih hidup. Hanya saja anggota parlemen Korsel itu tidak menjelaskan mengenai kondisi Kim Hyok Chol.

Bulan lalu surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo memberitakan bahwa Kim Hyok Chol telah dieksekusi pada Maret. Hanya saja, laporan tersebut kemudian dibantah oleh CNN yang mengabarkan bahwa Kim Hyok Chol masih hidup dalam tahanan.

Chosun Ilbo juga melaporkan bahwa Kim Yong Chol, pejabat senior lain yang berperan dalam mempersiapkan KTT yang gagal dengan Amerika Serikat, telah dikirim ke kamp kerja paksa untuk menjalani pendidikan ulang.

Hanya saja beberapa hari kemudian Kim Yong Chol malah muncul di sebuah foto media pemerintah bersama Kim Jong-un. Seperti yang dilaporkan Reuters.

Selanjutnya diplomat- diplomat Korea Utara yang berpengalaman telah mengambil alih perundingan sejak KTT Hanoi. Seorang diplomat veteran Korea Utara yang memiliki pengetahuan tentang kontrol senjata telah ambil alih memimpin putaran negosiasi baru dengan Amerika Serikat (AS).