Menu

Tak Nyangka, Presiden Turki Erdogan Sebut Nama Jokowi dengan Panggilan Ini

Siswandi 25 Aug 2019, 00:49
Presiden Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi keterangan pers saat kunjungan Presiden Jokowi ke Turki, beberapa waktu lalu. Foto: int
Presiden Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi keterangan pers saat kunjungan Presiden Jokowi ke Turki, beberapa waktu lalu. Foto: int

RIAU24.COM -  Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan ternyata punya panggilan khususnya untuk Presiden Joko Widodo. Kepada Duta Besar RI untuk Republik Turki, Lalu Muhamad Iqbal, Erdogan menyebut Jokowi dengan panggilan My Brother atau saudaraku. Sungguh bikin sejak.

Panggilan itu disampaikannya saat Iqbal menyerahkan surat kepercayaan dari Presiden RI kepada Erdogan, dalam upacara yang berlangsung di Istana Kepresidenan Kulliyesi, Ankara, Jumat (23/8/2019) waktu setempat.

Dilansir kompas, Sabtu 24 Agustus 2019 tadi malam, dalam pembicaraan bilateral usai penyerahan surat kepercayaan itu, Presiden Erdogan beberapa kali menyebut Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan sapaan my brother atau saudaraku.

"Di setiap pertemuan di mana kami hadir, saya selalu menyempatkan diri bertemu dengan brother Widodo," ucap Iqbal menirukan pernyataan Erdogan, melalui keterangan tertulis KBRI Ankara dan dikutip Antara.

Salah satunya, Presiden Erdogan merujuk ceritanya tersebut ketika bertemu dengan Presiden Jokowi di Osaka, Jepang, beberapa waktu lalu.

Menurut Iqbal, Presiden Erdogan sangat memberikan perhatian khusus kepada Indonesia.

Iqbal menambahkan, perbincangan dirinya dengan Presiden Erdogan berlangsung cukup lama. Bahkan, lebih lama dibandingkan saat Presiden Erdogan berbincang dengan dubes negara lain.

"Ini sebuah kehormatan buat saya dan bangsa yang saya wakili. Ini menunjukkan bahwa Indonesia punya tempat khusus di hati beliau," ujarnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Erdogan dan Dubes Iqbal membahas berbagai isu bilateral, antara lain rencana kunjungan Presiden Erdogan ke Jakarta, rencana perluasan kerja sama industri pertahanan menjadi kerja sama pertahanan, penyelesaian perjanjian perdagangan bebas kedua negara serta kerja sama penanggulangan terorisme. ***