Menu

Giat Operasi Patuh 2019 Menjadi Berkah bagi Pemilik Perahu Penyeberangan Sungai Siak

Lina 3 Sep 2019, 11:17
Sejumlah pengendara sepeda motor lebih memilih menyeberangi Sungai Siak untuk menghindari Operasi Patuh 2019/lin
Sejumlah pengendara sepeda motor lebih memilih menyeberangi Sungai Siak untuk menghindari Operasi Patuh 2019/lin

RIAU24.COM -  SIAK - Operasi Patuh yang berlangsung sejak Kamis 29 Agustus 2019 hingga Rabu 11 September 2019 mendatang, menjadi berkah tersendiri bagi pemilik perahu penyeberangan sungai dari Mempura ke Kota Siak dan sebaliknya.

Hal itu dikarenakan, pengendara sepeda motor yang hendak melintasi jembatan Tengku Agung Sultanah Latifa namun tidak memiliki kelengkapan kendaraan, lebih memilih menyeberang menggunakan perahu.

Pengendara yang menyeberang menggunakan perahu ini, ada yang berasal dari Kecamatan Mempura, Dayun, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Tualang maupun kota Pekanbaru.

“Dengan ongkos Rp8.000 saja kita sudah bisa menyeberang tanpa harus kena tilang,” ungkap Eko, yang berdomisili di Kecamatan Dayun.

Menurutnya, dari pada mengeluarkan uang lebih untuk membayar tilang, lebih baik naik perahu menyeberangkan sepeda motor miliknya.

“Sebenarnya saya punya SIM bang, tapi sudah mati. Sementara saya masih sibuk kerja dan belum sempat untuk mengurus SIM baru makanya lebih baik menghindar dari pada kena tilang,” ungkapnya malu.

Diakuinya, dalam beberapa hari ke depan dirinya akan mengurus pembuatan SIM baru, meski mengurusnya harus jauh ke Kecamatan Tualang, itu lebih baik dari pada harus menghindari razia terus seperti ini, karena dirinya merasa tidak nyaman.

Nurbait (52) pemilik perahu mengatakan penghasilannya meningkat tiga kali lipat sejak Operasi Patuh berlangsung.

Jika hari biasa dia hanya mendapatkan Rp200 ribu sehari, dalam beberapa hari terakhir dia mendapat Rp500 ribu sampai Rp600 ribu.

“Untuk sekali menyeberang hanya Rp8.000. Setiap hari dia mengambil penumpang mulai pagi hari sampai pukul 17.00 WIB,” ungkapnya.

Nurbait mengaku sangat bersyukur atas Operasi Patuh yang digelar Satlantas Polres Siak, dengan operasi itu membuat rejekinya bertambah sampai tiga kali lipat.

Sementara Kasat Lantas Polres Siak AKP Brigitta Atvina Wijayanti mengatakan mereka fokus menindak pengendara yang melakukan pelanggaran agar menimbulkan efek jera.

“Kami ingin warga melengkapi surat kendaraan dan kelengkapannya mulai dari helm, spion, dan lainnya,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, Operasi Patut digelar pihaknya di empat tempat, Mempura, Dayun, Minas dan Kandis. Durasinya rata rata tiga sampai 5 jam dan malam harinya dilakukan patroli.***


R24/phi/lin