Menu

24 Sekolah dan Madrasah di Siak Ikuti Pameran Inovasi Keberhasilan Pendidikan

Lina 9 Oct 2019, 15:52
Sekolah dan madrasah di Siak menggelar unjuk karya praktik baik pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah di Gedung Siak Sport Hall Centre (foto/lin)
Sekolah dan madrasah di Siak menggelar unjuk karya praktik baik pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah di Gedung Siak Sport Hall Centre (foto/lin)

RIAU24.COM -  SIAK– Sekolah dan madrasah di Siak menggelar unjuk karya praktik baik pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah di Gedung Siak Sport Hall Centre,  Rabu, 9 Oktober 2019.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tanoto Foundation dan Pemerintah Kabupaten Siak. Ada 24 sekolah yang ikut, terdiri dari 18 SD/MI dan 8 SMP/MTs. Lebih dari 300 guru,  kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah di Kabupaten Siak.

zxc1

Dalam showcase atau unjuk karya praktik baik program PINTAR  (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran), dipamerkan berbagai kreativitas guru dan siswa di sekolah sebagai hasil dari pembelajaran sehari-hari.

Para siswa menunjukkan kreativitas hasil karya yang mereka kembangkan dalam pembelajaran. Seperti kompor uap bensin bensin yang diciptakan siswa MI Nurul Ikhlas. Yang menarik, siswa SDN 09 Teluk Merempan menunjukkan energi alternatif yg mereka temukan dari buah lokal bernama Berembang yang sering ditemukan di tepi sungai Siak.

Tiga buah Berembang ternyata bisa menyalakan lampu LED 6 watt sekitar 5 menit. Sementara Siswa SDN 01 Benteng Hulu memamerkan media cara kerja paru-paru dalam sistem pernafasan manusia.

zxc2

Siswa SMP dan MTs juga tidak kalah menariknya. Siswa SMPN 1 Sungai Apit Siak menunjukkan cara kerja Hukum Pascal dengan hidrolik sederhana. Siswa SMPN 2 Siak memperlihatkan proses bioteknologi membuat yougurt dan membuktikan kandungan vitamin C pada minuman kemasan. Siswa MTsN 2 memamerkan alat pendeteksi banjir.

Sementara SMPN 5 Siak memperlihatkan kepada pengunjung pameran pembuktian bahaya rokok bagi kesehatan.

Sekolah dan madrasah mitra Tanoto Foundation tersebut juga menunjukkan dampak dari kegiatan budaya baca, manajemen berbasis sekolah, dan peran serta masyarakat. Program tersebut merupakan hasil dari pelatihan dan pendampingan Program PINTAR sejak September 2018.

Bupati Siak, Alfedri mengapresiasi para kepala sekolah, guru, dan siswa yang menujukkan inovasi hasil pembelajaran di sekolah.

"Setelah melihat hasil karya siswa pada unjuk karya praktik baik ini, saya semakin optimis, Kabupaten Siak siap mewujudkan generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan cerdas. Inilah bukti bahwa sekolah dan madrasah di Siak telah mewujudkan pembelajaran berkualitas," kata Bupati Siak, Alfedri di sela-sela acara. 

Bupati juga memberikan apreasiasi pada Tanoto Foundation yang telah melatih dan mendampingi sekolah dan madrasah di Siak. 

“Dengan meningkatnya pihak-pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan di tanah air, ke depan saya yakin sumber daya manusia di Siak menjadi generasi emas yang siap berkontribusi dalam memajukan Indonesia,” ujarnya mengapresiasi.

Sementara Stuart Weston, Direktur Program PINTAR, menyatakan hasil unjuk karya ini agar bisa dilihat oleh sekolah dan madrasah nonmitra, sehingga bisa menjadi inspirasi praktik baik bagi sekolah-sekolah lain.

“Kami percaya dengan pendidikan yang berkualitas akan mempercepat kesetaraan peluang,” ujarnya. 

Stuart Weston juga mengungkapkan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Siak, melalui dinas pendidikan, kemenag, fasilitator daerah, dan seluruh sekolah mitra atas kerja sama yang baik dalam menjalankan Program PINTAR.

Perwakilan Kemendikbud, Ferry Yulmarino, yang hadir dan menyaksikan kreativitas siswa Siak,  juga menunjukkan optimismenya dengan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, Program PINTAR sejalan dengan program yang dirintis Kemendikbud. Dari showcase ini, dia bisa melihat peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan kemampuan guru dalam mengajar, sampai peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dalam melakukan perubahan di sekolahnya. 

"Program ini juga sejalan dengan program zonasi, dimana peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah dilakukan sesuai zonasi. Kami berterima kasih kepada Tanoto Foundation yang ikut berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di tanah air. Program ini harus diduplikasi oleh sekolah-sekolah lainnya," kata Ferry.(R24/Lin)