Menu

Pastikan Identitas Agen Rahasia Kurdi Curi Celana Dalam Al - Baghdadi

Riko 29 Oct 2019, 14:13
Abu Bakr al-Baghdadi
Abu Bakr al-Baghdadi

RIAU24.COM -  Agen rahasia pasukan Kurdi mengaku berhasil mencuri celana dalam pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, untuk melacak DNA sebelum Amerika Serikat melancarkan serangan pada akhir pekan lalu.

Dikutip the Guardian, cara tersebut ditempuh untuk memastikan bahwa identitas pria yang sedang diburu itu adalah benar Baghdadi. Pengungkapan itu kemudian yang membimbing pasukan khusus AS menuju tempat persembunyian Baghdadi.

"Sumber kami yang berhasil menemukan Baghdadi membawa pakaian dalam miliknya untuk dilakukan tes DNA untuk memastikan (100 persen) bahwa yang bersangkutan merupakan Baghdadi," kata penasihat senior Pasukan Demokrat Suriah (SDF), Polat Can, dikutip CNN mengutip AFP pada Senin 28 Oktober 2019.

Menurut Can, penyerangan terhadap Baghdadi dilakukan lewat sebuah operasi yang melibatkan SDF dan Badan Intelijen AS, CIA. Operasi intelijen ini telah dilakukan sekitar lima bulan lalu.

"Sejak 15 Mei, kami telah bekerja sama dengan Badan Intelijen Pusat AS (CIA) untuk melacak Baghdadi dan mengamatinya dengan teliti. Baghdadi sering pindah tempat tinggal," ujarnya.

Operasi menunjukkan titik terang setelah seorang agen rahasia berhasil menemukan rumah yang diyakini menjadi tempat persembunyian pemimpin ISIS tersebut.

Namun, upaya penyerangan sempat tertunda ketika tentara Turki menyerang pasukan Kurdi pada 9 Oktober lalu.

"Sumber intelijen kami terlibat dalam pengiriman koordinat, mengarahkan penyerangan udara, berpartisipasi dan membuat operasi penyerangan sukses hingga menit terakhir," katanya.

Presiden AS, Donald Trump, menuturkan Baghdadi tewas setelah meledakkan diri saat terjebak dalam serangan pasukan khusus AS yang dibantu oleh Rusia, Turki dan Irak pada akhir pekan lalu.

Meski Trump menegaskan pemimpin jaringan teroris itu sudah tewas, tetapi Rusia dan Iran masih meragukan kabar tersebut.

Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, mengungkapkan kematian Baghdadi bukan akhir dari aksi teror ISIS beserta dengan ideologinya. Kematian dianggap sebagai akhir dari sebuah bab.

Sedangkan Rusia meragukan kabar kematian Baghdadi karena informasi yang didapat pemerintah Rusia belum bisa diandalkan.

Terbaru, Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengklaim mayat kepala kelompok teroris itu sudah dibuang ke laut. Namun penjelasan lebih lanjut terkait kabar tersebut belum jelas, baik lokasi maupun kapan jasad tersebut dibuang.