Menu

Pemerintah Kerap Singgung Radikalisme, Ini Jaminan Jusuf Kalla Terhadap Masjid dan Musala di Tanah Air

Siswandi 10 Nov 2019, 23:37
Ketua DMI Jusuf Kalla didampingi Anies Baswedan dan Teuku Sahir Syahali saat meresmikan pembangunan masjid apung di Ancol. Foto: int
Ketua DMI Jusuf Kalla didampingi Anies Baswedan dan Teuku Sahir Syahali saat meresmikan pembangunan masjid apung di Ancol. Foto: int

RIAU24.COM -  Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, angkat bicara terkait keberadaan masjid dan musala di Tanah Air. Hal itu terkait dengan sikap pemerintah, yang kerap menyinggung soal radikalisme.

Menyikapi hal itu, pria yang akrab disapa JK ini menjamin, dari satu juta masjid dan musala di Indonesia, sebanyak 99,9 persen bebas dari paham radikalisme. Bila pun ada, ia menyebut masih ada satu atau dua orang oknum yang bicara menjurus ke radikalisme.

Hal itu dilontarkannya saat meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Terapung di kawasan wisata Ancol, Sabtu (9/11/2019).

Dilansir republika, untuk mencegah radikalisme di masjid, DMI menyiapkan para dai-dai yang mempunyai pemahaman agama yang cukup baik. Selain itu DMI juga memperbaiki sistem dan cara menyampaikan dakwah.

"Tidak mungkin sejuta ini terpapar. mungkin ada satu atau dua orang yang bicara radikal," ujarnya.

Selain bicara terkait radikalisme, Jusuf Kalla didampingi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan dan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali memulai pencanangan pembangunan Masjid Apung Ancol di Pantai Ria Ancol, Jakarta Utara.

"Pembangunan masjid apung sangat bagus, karena menggabungkan kondisi saat berlibur dengan tetap menjalankan ibadah," ujarnya lagi.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kawasan Ancol telah beroperasi lebih dari 50 tahun, namun tidak memiliki masjid yang besar. "Sekarang kita bangun, mudah-mudahan tahun depan selesai. Insya Allah bisa jadi masjid percontohan juga," harapnya. ***