Menu

Straight Times Sebut Jokowi Tokoh Pemersatu, KontraS Malah Sebut Begini

Siswandi 5 Dec 2019, 14:26
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

RIAU24.COM -  Surat kabar asal Singapura The Straits Times, memberikan gelar pemimpin terbaik di Asia tahun 2019. Penghargaan itu diberikan karena Jokowi dinilai berhasil dalam menyatukan Indonesia di tengah situasi yang sulit. 

Namun menurut Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), penghargaan tersebut kurang tepat.

"Penghargaannya kan terkait pemersatu. Nah kalau di tataran pemersatu dalam hal elit-elit politik dalam membagi kekuasaan, itu bisa menjadi satu ukuran," lontar Koordinator Aksi KontraS, Feri Kusuma, Kamis 5 November 2019.

Dilansir tempo, Feri menilai, Jokowi hanya berhasil menyatukan elit politik, khususnya saat pemerintahannya pada periode kedua saat ini. KontraS berpatokan, hal itu dilihat dari bagi-bagi kursi bagi para pendukungnya, hingga masuknya Prabowo Subianto ke dalam Kabinet Indonesia Maju.

"Ini kan penghargaan lebih ke kepiawaian berkarakter Pak Jokowi dalam menyelesaikan persoalan domestik di tingkat elit. Tak menyentuh grassroot-nya," ujarnya lagi. 

Namun kondisinya akan jauh berbeda, jika melihat konteks secara lebih jauh. Pasalnya, pihaknya menilai masih banyak masalah yang belum diselesaikan Jokowi, semasa menjabat presiden pada lima tahun periode pertama. 

Sehingga, KontraS memandang Jokowi belum berhasil menjadi sosok pemersatu yang diharapkan.

"Pemersatu dalam artian lebih jauh, dalam hal bagaimana polarisasi di tengah masyarakat, kemudian diskriminasi, intoleransi, dan berbagai permasalahan hak asasi manusia, kami lihat masih jauh dari harapan," lontarnya lagi. 

Pihaknya kemudian mencontohkan masalah di Papua yang hingga kini tak kunjung usai. Hal yang saja juga terjadi di Aceh. Selain itu, masih ada gejolak di masyarakat terkait penyelesaian kasus HAM. 

"Ini kan persoalan bangsa. Ini kan ada kewajiban negara mengembalikan warga negara yang jadi korban dari kondisi saat ini, ke kondisi semula. Dengan memenuhi hak hak mereka," ujarnya. 

Sebelumnya, The Straits Times memilih Jokowi karena dinilai mampu dan pintar mengarahkan arus politik dalam negeri yang rumit. Sementara itu, di kancah internasional Jokowi dipuji karena mampu menghadapi tantangan strategis.

Tak hanya itu, Straits Times juga menyebut Jokowi mampu membawa Indonesia memiliki posisi strategis di ASEAN sejak beberapa waktu terakhir.  ***