Menu

Bikin Heboh, Saat Akan Dipindahkan ke RS, Pasien ODP Corona di Bukittinggi Ini Tiba-tiba Kabur

Siswandi 24 Mar 2020, 12:43
Ilustrasi. Foto: int
Ilustrasi. Foto: int

RIAU24.COM -  Aksi nekat dilakukan seorang pasien dengan gejala diduga virus Corona (COVID-19) di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Secara mendadak, ia nekat kabur dari Puskesmas saat akan dibawa ke RSUD dr Achmad Mochtar. 

Hingga Senin 23 Maret 2020 tadi malam, keberadaan pasien berjenis kelamin laki-laki itu, belum diketahui. Aparat Kepolisian setempat masih terus melakukan upaya pencarian. Selain itu, pasien yang kabur itu juga diimbau mengisolasi diri secara mandiri untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Namun akan lebih baik jika yang bersangkutan bersedia diperiksa ke rumah sakit.

Dilansir sindonews, aksi nekat pasien itu terjadi pada Minggu malam (22/3/2020). Awalnya, si pasien diperiksa di Puskesmas Mandiangin karena demam tinggi. Namun dari hasil pemeriksaan, ditemukan ada riwayat perjalanan dan gejala yang mirip dengan virus Corona. Walhasil, petugas medis memutuskan membawa pasien itu ke RSUD dr Achmad Mochtar, yang merupakan rumah sakit rujukan kasus Corona di Bukittingi. 

Namun rencana itu akhirnya buyar, setelah sang pasien tersebut berbuat nekat dan kabur. 

Terkait hal itu, Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso mengatakan pencarian terhadap pasien itu terus dilakukan. Sebab, dikhawtairka bisa menimbulkan masalah baru. 

“Kita juga imbau agar beliau dilakukan upaya pemeriksaan kesehatan. Ini demi kepentingan beliau sendiri dan untuk orang lain, ini menjadi atensi kami,” ujarnya. 

Ambulans Dikawal 
Kejadian kaburnya pasien ODP Corona itu, membuat Polres Bukittinggi melakukan antisipasi. Supaya kejadian serupa tak terulang, Polres Bukittinggi mulai melakukan pengawalan ambulans. 

Sejauh ini, jumlah pasien dengan gejala Corona yang dirawat di RSUD Achmad Mochtar terus bertambah. Hingga Senin malam (23/3/2020) sebanyak 10 pasien dengan gejala COVID-19 dirawat di ruang isolasi. Pasien terbaru atau pasien nomor 10 masuk ruang isolasi sekitar pukul 21.00.

Pasien pria berusia 45 tahun ini awalnya dirawat di RS Madina, Bukittinggi. Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien diduga terinfeksi pneumonia atau radang paru-paru dan asma. ***