Menu

Waspada! Ini Lima Provinsi Yang Masuk Kategori Daerah Transmisi Penyebaran Corona di Indonesia

Satria Utama 26 Mar 2020, 10:29
Peta sebaran virus corona di Indonesia
Peta sebaran virus corona di Indonesia

RIAU24.COM -  JAKARTA - Penularan virus corona di Indonesia masih terus berlangsung. Kementerian Kesehatan mencatat lima provinsi masuk dalam kategori wilayah transmisi lokal penularan virus corona (covid-19). Transmisi lokal merujuk pada penularan covid-19 antara orang per orang di suatu wilayah.

Dikutip CNN Indonesia dari laman covid19.kemkes.go.id, lima provinsi itu adalah DKI Jakarta; Banten yang meliputi Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang; Jawa Barat yang meliputi Bandung, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok, dan Karawang; Jawa Tengah yang meliputi Solo, dan Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Malang, Magetan dan Surabaya.

Dari data Rabu (25/3), jumlah pasien positif covid-19 di Indonesia mencapai 790 orang. Jumlah ini bertambah 105 kasus dari sebelumnya yakni 685 orang. Sebanyak 58 orang di antaranya meninggal dunia dan jumlah pasien sembuh 31 orang.

Dari jumlah tersebut, 463 kasus berasal dari Jakarta atau paling banyak. Kemudian menyusul Jawa Barat 73 kasus positif covid-19, 67 kasus di Banten, 51 kasus di Jatim, dan 38 kasus di Jateng.  

Para pasien positif Covid-19 itu tersebar di 24 provinsi Indonesia. Dengan demikian masih terdapat 10 provinsi yang belum terpapar virus corona.

Penyebaran virus ini pertama kali terdeteksi setelah dua warga Depok positif Covid-19 pada awal Maret ini. Mereka berdua tertular dari warga negara Jepang di sebuah klub di kawasan Kemang, Jakarta.

Setelah itu, kasus positif lainnya bermunculan. Pemerintah lantas membagi kluster penyebaran ketika mengumumkan jumlah pasien positif. Mulai dari kluster Jakarta, imported case atau tertular saat ada di luar negeri, dan transmisi lokal.

Pemerintah saat ini mulai melakukan rapid test atau tes cepat untuk mendeteksi awal seseorang terinfeksi virus atau tidak menyusul persebaran covid-19 yang semakin masif. ***