Menu

Jadi Tanda Tanya, Jumlah Warga Bengkalis yang Dikarantina Berubah-ubah

Dahari 26 Mar 2020, 17:26
Perubahan signifikan angka warga Bengkalis yang dikarantina jadi tanda tanya (foto/Hari)
Perubahan signifikan angka warga Bengkalis yang dikarantina jadi tanda tanya (foto/Hari)

RIAU24.COM - BENGKALIS- Sampai Kamis 26 Maret 2020, di kabupaten Bengkalis terjadi perubahan dari warga yang dikarantina.

Perubahan ini menyebabkan jumlah total warga yang dikarantina baik karantina mandiri maupun karantina di empat  gedung mengalami perubahan yang sangat signifikan.

zxc1

Dari empat gedung yang dijadikan lokasi karantina tersebut, untuk Asrama Diklat di Desa Kelapapati jumlah orang yang dikarantina melonjak drastis dari sebelumnya hanya 119 orang kini menjadi 134.

Kemudian, untuk BLK di Desa Senggoro dari sebelumnya 57 orang turun menjadi 53 orang. Sementara untuk dua gedung lainnya yaitu Asrama Atlet di Desa Wonosari Jalan Lembaga dan Gedung Bumi Perkemahan di Desa Kelapapati tetap, masing-masing 79 dan 83.  

zxc2

Bila ditambahkan dengan jumlah warga yang melakukan karantina mandiri sebanyak 905 orang, maka jumlah keseluruhan warga yang dikarantina sebanyak 1.254 orang lebih sedikit bila dibandingkan dengan data sehari sebelumnya sebesar 1.357 orang.

Padahal data 1.357 ini dikeluarkan pada hari Rabu (25/3/2020) pukul 11.30 WIB beberapa jam sebelum penumpang asal Bengkalis dari Malaysia tiba di pelabuhan BSL yang berjumlah 83 orang.

“Berdasarkan data kemarin, kalau digabungkan  dengan tambahan 83 orang ini, maka total keseluruhan warga yang dikarantina adalah 1.440 orang,” ujar salah seorang wartawan saat mengamati data yang diterimanya dari Posko Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkalis, melalui layanan Call Center.

Berdasarkan tabel yang diterima, tidak ada penjelasan dalam keseluruhan tabel, mengapa bisa terjadi perubahan. “Padahal selisihnya sangat besar  1.440 - 1.254 orang. 186 orang,” ungkapnya.

Sementara itu, juru bicara dari Posko Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkalis, Alwizar sendiri melalui WA resminya Rabu kemarin sudah meminta kepada para wartawan agar menghubungi Call Center untuk mendapatkan perkembangan seputar Covid-19. Konferensi pers baru akan dilakukan kalau ada kebijakan terbaru.

Informasi Kamis (26/3/2020) kembali pelabuhan BSL dipenuhi warga Bengkalis yang pulang dari Malaysia baru tiba. Namun, belum terkonfirmasi dari Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkalis berapa jumlahnya warga masyarakat tersebut. (R24/Hari)