Menu

Diserang Buzzer, Presiden PKS Puji Bintang Emon Karena Cepat Lakukan Hal Ini

Satria Utama 16 Jun 2020, 13:45
Sohibul Imam
Sohibul Imam

RIAU24.COM -  Langkah cepat bintang STand Up Comedy, Bintang Emon menjawab tuduhan dan fitnah dengan mengunggah surat keterangan negatif narkoba mendapat acungan jempol. Tak terkecuali dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.

Serangan pendengung atau buzzer menghampiri Bintang Emon seusai dirinya mengunggah video kritik atas tuntutan ringan jaksa terhadap terdakwa kasus penyiraman air keras penyidik senior Novel Baswedan.

Salah satu serangan itu adalah tuduhan bahwa Bintang Emon merupakan pecandu narkoba. Namun demikian, dengan cepat Bintang Emon mengunggah foto hasil uji laboratoriumnya yang negatif narkoba.

"Salut, @bintangemon gercep (gerak cepat). Semoga kamu bersih dari narkoba selamanya. Fitnah pasti musnah dan membakar si pengunggah," kata Sohibul Iman dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya beberapa saat lalu, Selasa (16/6).

Sohibul Iman meyakini apa yang telah dilakukan oleh komika asal Jakarta Barat itu menyuarakan kebenaran atas kasus yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan yang mendapatkan ketidakadilan lantaran dua terkadwa kasus itu hanya dituntut satu tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Kebenaran punya cara sendiri untuk tegak berdiri dan menyadarkan mereka yang lupa diri," pungkasnya.

Sementara itu, mantan Ketua KPK, Abraham Samad, yang menilai tuntutan hukum tersebut aneh dan tak memiliki dasar hukum yang kuat. "Aneh ya, karena melukai perasaan keadilan hukum, utamanya keadilan bagi korban yaitu Novel dan keluarganya," ujar Abraham Samad seperti dilansir RMOL, Selasa (16/6).

Abraham Samad juga mengatakan, tuntutan hukum 1 tahun penjara yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sebanding dengan perlakuan dua orang terdakwa, Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis, yang mengakibatkan wajah dan mata kiri Novel terluka parah.

"Itu sangat melukai rasa keadilan hukum utamanya keadilan hukum bagi korban dan keluarganya, yang merasa diperlakukan tidak adil kan. Disitu keanehannya," ungkapnya.***