Menu

Ngeri, Begini Resikonya Kalau Nekat Dugem Saat Corona Masih Merajalela

Siswandi 29 Jun 2020, 10:39
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Kerumunan massa menjadi salah satu ladang bagi virus Corona Covid-19 untuk tetap merajalela. Karena itu pula, seluruh negara yang telah terjangkit virus ini, dengan tegas melarag adannya perkumpulan orang dalam jumlah banyak. 

Namun saat ini, banyak negara yang mulai melonggarkan aturan itu, seiring dengan meredanya kasus Covid-19. Buntutnya, kerumunan pun mulai terjadi. Termasuk aktivitas di klub malam, alias dugem. Namun faktanya, hal ini jadi pemicu bertambahnya kasus virus ini. 

Yang terbaru, kondisi itu dikabarkan terjadi di Swiss.  Dilansir viva yang merangkum lama asia one, Senin 29 Juni 2020, Otoritas Kesehatan Zurich, Swiss melakukan karantina massal selama 10 hari terhadap 300 tamu dan staf di sebuah klub malam pada 27 Juni 2020. 

Langkah tegas ini dilakukan menyusul dengan ditemukannya seorang pria yang dinyatakan positif COVID-19 dan telah terbukti menginfeksi orang lain selama perjalanannya.

Pria tersebut diketahui sempat mengunjungi Flamingo Club di Zurich pada  21 Juni dan dinyatakan positif Corona COVID-19 pada 25 Juni. Tak hanya itu, ternyata lima teman orangnya yang juga datang ke klub itu bersama pria tersebut juga dinyatakan  positif COVID-19 saat itu. 

Seperti negara-negara Eropa lainnya yang telah melakukan relaksasi lockdown, Swiss melaporkan adanya peningkatan kasus baru Covid-19. Sejauh ini, data dari Otoritas Kesehatan Swiss mencatat ada 18 kasus baru positif COVID-19 pada Senin lalu. Kemudian naik menjadi 69 kasus baru pada Sabtu akhir pekan kemarin. 

Klub malam di Swiss telah diizinkan untuk dibuka kembali bulan ini. Meski demikian para pemilik klub juga harus mengikuti sejumlah peraturan seperti wajib membuat nama daftar tamu mereka. 

Untuk diketahui, Swiss telah mencatat sebanyak 31.555 kasus infeksi virus Corona. Sejauh ini, pihak berwenang mencatat ada 1.682 kematian akibat virus ini. ***