Menu

Panas Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat Sebut Sinyal Dari Jokowi Sudah Pasti, Begini Perkiraannya

Siswandi 2 Jul 2020, 11:03
Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet. Foto: int
Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet. Foto: int

RIAU24.COM -  Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengancam untuk merombak (reshuffle) kabinetnya, diyakini bukan ultimatum samar-samar. Bahkan selama ini Jokowi belum pernah memberikan sinyal yang demikian terang. 

Meski tidak menyebut nama dan waktu kapan reshuffle akan dilaksanakan, namun pengamat ternyata sudah punya prediksi tentang hal itu. Jokowi secara langsung telah memberikan sinyal yang cukup terang benderang. Ada tiga sektor yang jadi sorotan, yakni kesehatan, perlindungan sosial dan ekonomi. 

Di bidang kesehatan, Jokowi mencontohkan, anggarannya Rp75 triliun (sesungguhnya Rp87,55 triliun setelah penambahan postur anggaran), tetapi yang terserap cuma 1,53 persen (naik 4,68 persen dalam 10 hari setelah teguran keras Jokowi).

Sedangkan dalam bidang perlindungan sosial, Jokowi tak menyebut secara lugas, namun masih ditemui banyak kendala distribusi bantuan sosial dan belum 100 persen tersalurkan. Padahal, seharusnya sekarang sudah beres.

Sementara pada sektor ekonomi, Jokowi mengamati, anggaran untuk stimulus bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, dan usaha berskala besar, termasuk perbankan, belum terserap maksimal. Padahal, stimulus itu begitu penting untuk mencegah atau mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran. 

Terkait hal itu, sejumlah pengamat politik menilai,  pernyataan Jokowi itu sudah cukup jelas. Dilansir viva, Kamis 2 Juli 2020, pengamat politik Yunarto Wijaya memprediksi perombakan kabinet bisa saja terjadi sebelum agenda pidato kenegaraan Jokowi pada 16 Agustus 2020. Dalam momen setiap 16 Agustus biasanya Jokowi menyampaikan pidato tentang APBN yang bertepatan dengan sidang tahunan MPR, DPR, dan DPD.

Halaman: 12Lihat Semua