Menu

Gagal Maju Sebagai Calon Wabup, Ketua DPC Demokrat Bengkalis Sampaikan Pernyataan Sikap Ini

Dahari 15 Jul 2020, 12:47
FOTO: Konfrensi Pers Demokrat
FOTO: Konfrensi Pers Demokrat

RIAU24.COM -  BENGKALIS - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bengkalis menggelar konfrensi pers sekaligus menyampaikan pernyataan sikap dalam Kontestasi Pilkada Bengkalis 2020, Rabu 15 Juli 2020.

Konfrensi pers tersebut, dipimpin Ketua DPC Demokrat Nur Azmi Hasyim didampingi Sekretaris Demokrat dr Morison Bahtiong Sihite, wakil Ketua Nanang Haryanto, berdahara Karmila dan sejumlah pengurus partai Demokrat Bengkalis.

Ketua DPC Demokrat Nur Azmi Hasyim menyampaikan bahwa, penyataan sikap itu, setelah keluarnya SK dari DPP Demokrat terkait pencalonannya sebagai Calon Wakil Bupati mendampingi H. Khairul Umam dari partai PKS.

"Sebenarnya sikap ini sebelum dilakukan setelah adanya deklarasi dari DPP PKS. Saya menjelaskan, kenapa Demokrat sudah mengeluarkan SK. Saat itu pada Desember, saya didatangi oleh salah satu calon yaitu Khairul Umam untuk mendampinginya menjadi wakil bupati Bengkalis, tentu ajakan ini tidak serta merta langsung saya terima. Ketika itu, Khairul Umam berjanji juga siap mundur sebagai ketua DPRD Bengkalis,"ungkap Nur Azmi Hasyim.

Menurut Nur Azmi Hasyim, apapun yang menjadi persyaratan Demokrat sudah penuhi hingga ke survey Khairul Umam sendiri. Dan ketika itu, Khairul Umam diposisi tiga besar. 

"Saya sebagai ketua Demokrat Bengkalis sudah, memegang surat rekomendasi dari Demokrat. Saya yakin kepada kawan kawan yang maju pada Pilkada Bengkalis 2020 punya tujuan yang baik. Tentu dengan niat yang baik ini kita berharap hasil kepala daerah lebih baik,"ujarnya.

"Saya sendiri sangat yakin dengan Khairul Umam. Padahal Khairul Umam, sangat serius untuk maju. Karena sosok beliau sangat sederhana. Artinya setelah Demokrat yakin dan komitmen dengan butuh tiga hari untuk meyakinkan dan berkomunikasi dengan jajaran Demokrat Bengkalis kala itu,"ujarnya.

Diutarakan Azmi Hasyim lagi, setelah surat itu keluar dari Demokrat, pihak dari PKS menyatakan belum kuat, harus ada surat rekomendasi yang ditandatangani oleh Ketua Umum Demokrat. Ternyata setelah surat itu keluar dari Demokrat, pihak PKS menyatakan surat PKS tidak keluar untuk Khairul Umam tetapi untuk Paslon Abi Bahrum-Herman.

"Setelah saya pastikan lagi, dan ternyata syarat dari PKS untuk betul betul bisa dilaksanakan atau tidak, karena kita bicara marwah partai. Ternyata dua hari yang lalu, PKS sudah deklarasikan Abi Bahrum-Herman oleh PKS dan PPP. Tentu, kami sebagai Partai, tidak serta merta dan harus meluruskan hal ini, serta tetap memegang secara santun. Kami tetap berkomitmen dan berusaha, ternyata pilihan jatuh ketangan lain,"ujarnya.

Lanjutnya, partai Demokrat tetap turun tangan pada pilkada Bengkalis 2020, ketika usaha dari Demokrat untuk maju Pilkada sampai tertunda. Dalam hal ini, masih ada enam nama Paslon yang sudah terdaftar di Demokrat, diantaranya, Kasmarni, Nur Azmi Hasyim, Ahmad Syahrofi, Khairul Umam, Ridwan Yazid, dari enam tersebut, salah satunya akan di usung karena sudah masuk ke DPP Demokrat.

"Intinya, siapa yang akan diusung nantinya, DPP Demokrat yang akan memutuskan dan mengeluarkan SK,"pungkasnya.