Menu

Dahsyatnya Militer Iran, 2 Markas Militer Amerika Nyaris Musnah Dihantam Ruda, Terntara Ketakutan Setengah Mati

Siswandi 29 Jul 2020, 23:03
Latihan militer Iran. Foto:  int
Latihan militer Iran. Foto: int

RIAU24.COM -  Militer Republik Iran telah menggelar latihan perang besar-besaran di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz. Namun dalam pelaksanaannya, banyak peristiwa yang terjadi di luar dugaan. Namun yang paling disorot adalah ketika rudal yang dilepaskan Pasukan Garda Revolusi Iran nyaris saja membuat markas militer Amerika Serikat jadi luluh lantak.

Tak hanya satu, ternyata ada dua pangkalan militer AS yang nyaris diseruduk rudal-rudal jarak jauh milik IRGC, yakni pangkalan militer di Al Dhafra, Uni Emirat Arab dan pangkalan militer AS di Al Udeid di Qatar.

 zxc1

Dilansir viva Rabu 29 Juli 2020, latihan itu diberi sandi Operasi Payambar-e Azam 14 atau Operasi Nabi Hebat 14. Kabarnya, tentara Amerika yang berada di dua markas militer itu sempat ketakutan setengah mati. Hal itu setelah mereka menyaksikan tiga rudal yang dilepas IRGC terdeteksi melesat ke arah mereka. Bahkan, di kedua pangkalan terpaksa diterapkan status siaga tertinggi.

Namun apa yang terjadi, ternyat ketiga rudal tak sampai menghantam pangkalan. Walau begitu ketiga rudal mendarat sangat dekat dengan pangkalan militer.

Peristiwa lainnya ialah, saat pasukan IRGC melepaskan rudal-rudal ke angkasa, secara bersamaan pesawat pembom Amerika sedang melakukan pengintaian terkait aktivitas latihan perang itu. Rudal melesat cukup dekat dari pesawat militer Amerika Serikat itu.

Untuk diketahui, dalam latihan perang itu IRGC mengerahkan kekuatan penuh. Hampir semua armada tempur dikerahkan mulai dari rudal-rudal jarak jauh, kapal serang hingga pasukan serang cepat.

Iran memang sengaja menggelar latihan perang sebagai upaya unjuk kekuatan untuk melawan provokasi dan propaganda Amerika terhadap negara itu.

Tensi di Iran kian memanas seiring dengan akan segera berakhirnya pemberlakuan embargo senjata. Sanksi yang diberlakukan kepada Iran sedianya akan berakhir pada Oktober 2020. Namun Amerika berupaya keras untuk memperpanjang atau memperbaharui masa berlakunya embargo melalui jalur diplomasi.

Tapi niat Amerika itu tampaknya bakal gagal. Sebab, Amerika kini tak memiliki hak atas pemberlakuan atau pembaharuan embargo.***