Selalu Diancam Israel, Begini Cara Hizbullah Rayakan Idul Adha, Pasang Rudal di Mana-mana

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 23:47 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  Situasi di kawasan perbatasan antara Israel dan Lebanon, saat ini kian panas. Saat kaum muslimin di dunia merayakan Hari Raya Idul Adha,  Israel malah ramai-ramai mengirim tentaranya ke kawasan perbatasan dengan Lebanon. Ancaman itu disambut Hizbullah dengan menyiapkan ratusan roket dan rudal.

Sebelumnya, Isral mengklaim Hizbullah telah melancarkan serangan ke wilayah Har Dov, sebelah utara perbatasan Israel-Lebanon. Tak hanya itu, sempat terjadi baku tembak antara pasukan Hizbullah dan pasukan Tentara Pertahanan Israel (IDF).

Baca Juga: Meski Diserang Secara Brutal Oleh Israel, Palestina Berubah Jadi Negara Bertanah Subur Seperti Indonesia

Buntut dari kejadian itu, Israel memobilisasi pasukannya dalam jumlah masif ke wilayah perbatasan. Dilansir viva yang mengutip business insider, penumpukan pasukan di perbatasan kali ini adalah yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Sementar aitu, sumber lain dari pihak Israel menyebutkan, pasukan Hizbullah Lebanon dan Iran menyiagakan sekitar 150.000 unit roket dan rudal. Tak cuma siaga, seluruh moncong roket dan rudal Hizbullah juga sudah mengarah ke wilayah Israel.

"Iran dan Hizbulah menempatkan jebakan yang sangat berbahaya bagi kami di utara. Dan, saya tidak jelas soal bagaimana bisa ada solusi militer terkait krisis ini," ujar seorang mantan perwira tinggi Tentara Pertahanan Israel yang tak disebutkan namanya.

Baca Juga: Pria Ini Akhirnya Berhasil Dilumpuhkan Setelah Menusuk Dua Jurnalis Dengan Pisau Daging Dalam Serangan di Paris

Sementara itu, laporan lain juga datang dari seseorang bernama Avi yang diketahui adalah mantan perwira intelijen Tentara Pertahanan Israel. Dalam penjelasannya, ia mengatakan pasukan Hizbullah Lebanon menjadi semakin kuat dan punya strategi lebih jitu untuk menyerang Israel terhitung sejak 2006 silam.

"Pada tahun 2006 jelas bahwa setelah penarikan pasukan IDF dari Lebanon, Hizbullah telah membentengi seluruh bagian selatan. Dan, akan sangat bodoh jika kita berpikir (strategi) pertahanan ini tidak akan meningkat secara substansial sejak perang itu (2006)," ucap Avi. ***

 

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...